• Jumat, 21 Januari 2022

Rapat Pemkot Tegal Dengan Para Pelaku Usaha Terdampak Proyek City Walk Malioboro Kota Tegal Tegang

- Selasa, 28 September 2021 | 17:31 WIB
Pertemuan antara Sekda Kota Tegal, Dinas PUPR Kota Tegal, Dinas Perhubungan Kota Tegal, Satpol PP bersama para penghuni dan pelaku usaha Jalan Ahmad Yani di Kantor Dinas Koperasi dan Perdagangan, Senin petang, 27 September 2021. (K.Wijayanto)
Pertemuan antara Sekda Kota Tegal, Dinas PUPR Kota Tegal, Dinas Perhubungan Kota Tegal, Satpol PP bersama para penghuni dan pelaku usaha Jalan Ahmad Yani di Kantor Dinas Koperasi dan Perdagangan, Senin petang, 27 September 2021. (K.Wijayanto)

Tegal, Klikanggaran.Com - Rapat Koordinasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal bersama para penghuni, Pemilil Toko dan pelaku usaha di jalan Ahmad Yani Kota Tegal yang terdampak proyek City Walk Malioboro Tegal, di Kantor Dinas Koperasi dan Perdagangan Kota Tegal, Senin 27 September 2021, berlangsung sengit.

Para penghuni, pemilik toko dan pelaku usaha keberatan dengan tempat parkir yang disediakan Pemkot Tegal di Jalan HOS Cokroaminoto, Jalan Setia Budi, Jalan DI Panjaitan dan Blok C Pasar pagi karena dinilai terlalu jauh dengan toko mereka.

"Kalau yang tokonya di tengah, terus parkirnya di Jalan Setia Budi apa Hos Cokroaminoto, pasti pembeli memilih ke toko yang parkirnya mudah. Karena dalam teori bisnis, parkir menjadi salah satu faktor penting," kata salah satu pelaku usaha yang tidak bersedia disebut namanya.

Baca Juga: Terkait Perkara OTT Bupati Muara Enim, KPK Diminta Pemberi Gratifikasi Juga Ditetsangkakan

Selain menyulitkan untuk bongkar muat, lokasi parkir yang jauh juga akan berdampak toko sepi, karena pembeli enggan datang.

Para penghuni, pemilik toko dan pelaku usaha mengatakan, mereka tidak anti pembangunan di Kota Tegal. Namun seyogyanya, pembangunan dan penataan di Jalan A Yani dilakukan dengan kajian yang matang, baik dari sisi ekonomi maupun lalu lintasnya.

"Kami dukung pembangunan di Kota Tegal, tapi ya tetap harus memperhatikan kepentingan-kepentingan kami sebagai pelaku usaha. Kami juga memikirkan nasib para karyawan, mereka juga punya keluarga. Bagaimana kalau usaha kami mati karena sepi pembeli?" ujarnya.

Baca Juga: Tak Penuhi Panggilan Ombudsman, Kakanwil Kemenkumham Sumut Disebut Tidak Koperatif

Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kota Tegal, Abdul Kadir, dalam paparannya menjelaskan, kawasan City Walk Jalan Ahmad Yani Kota Tegal akan dibuat satu arah, dan menjadi kawasan bebas parkir.

Nantinya, lahan parkir akan disediakan di Jalan HOS Cokroaminoto, Jalan Setia Budi, Jalan DI Panjaitan dan Blok C Pasar pagi.

"Jadi di sepanjang Jalan A Yani tidak boleh ada parkir. Nanti parkir akan ditempatkan di Setia Budi, DI Panjaitan, HOS Cokroaminoto dan Blok C," kata Abdul Kadir.

Baca Juga: HUT ke 76, Inovasi Terbaru Kerata Api (KAI), Peningkatan Kecepatan Waktu Tempuh Perjalanan

Terkait parkir, para penghuni dan pelaku usaha mengusulkan agar boulevard atau taman median jalan di kawasan City Walk Malioboro Tegal ditiadakan, sehingga akses parkir dan bongkar muat barang lebih mudah.

Menanggapi usulan para pengusaha, Kepala Dinas PUPR Kota Tegal, Sugiyanto, mengatakan, pihaknya akan mengerjakan dulu penataan trotoar sisi kanan dan kiri sepanjang Jalan A Yani. Sedangkan pembangunan boulevard akan dikerjakan belakangan sambil dilakukan evaluasi.

"Ini atas usulan bapak dan ibu, yang akan kami kerjakan trotoar dulu. Untuk boulevardnya nanti sambil menunggu perkembangan," ujar Sugiyanto.

Baca Juga: Alhamdulillah! Hercules Preman Pensiun Masuk Islam

Sekda Kota Tegal, Johardi, kepada sejumlah wartawan menyampaikan, pihaknya mengakomodasi keinginan dan masukan dari puluhan pemilik toko di Jalan Ahmad Yani.

“Tadi begitu dinamis, kita menerima karena negara kita adalah negara demokrasi sehingga usulan-usulan mereka kita tampung termasuk usulan yang boulevard dijadikan tempat parkir ,” kata Johardi.

Usulan tersebut, kata Johardi, akan disampaikan ke Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriono. Khusus yang boulevard dikehendaki untuk tempat parkir, sehingga para konsumen atau pembeli tidak jauh dari toko yang dituju.

Baca Juga: Tudingan Gatot Bikin Dudung Meradang, Itu Tudingan Keji!

Namun Johardi menegaskan, pihaknya tidak bisa menunda pekerjaan tersebut karena semua sudah diatur di perundang-undangan.

“Terimakasih kepada warga Jalan A Yani yang mendukung hanya saja untuk evaluasi usulan Boulevard ditiadakan diganti untuk parkir,” kata Johardi.

Johardi mengatakan, prinsipnya pembangunan dilakukan untuk masyarakat. Tetapi masyarakat juga harus bisa menerima perubahan sebagai dampak pembangunan.

Baca Juga: Kisah Pak Agus, Purnawirawan Polri, yang Menjadi Manusia Silver: Dari Terlilit Utang Hingga Mandi di Terminal

"Mengubah pola pikir sehingga apapun pembangunan tetap berjalan, evaluasi hanya pada boulevardnya saja," ujar Johardi.

Saat disinggung adanya gugatan ke Pangadilan terkait proyek pembangunan Jalan A Yani senilai Rp 9 Miliar lebih, Johardi menegaskan, masalah gugatan atau tuntutan merupakan hak asasi seseorang.

Johardi mengingatkan, yang terpenting semua pembangunan di Kota Tegal, termasuk Jalan A Yani berjalan sesuai dengan perencananaan.**

Halaman:
1
2
3

Editor: Muslikhin

Sumber: Liputan lapangan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gempa Bumi Banten Kembali Mengguncang Pagi Ini

Senin, 17 Januari 2022 | 08:13 WIB
X