• Minggu, 28 November 2021

Alex Noerdin Tersangka Korupsi! MAKI Sumsel Potong Kambing Wujud Apresiasi Kejaksaan

- Rabu, 22 September 2021 | 21:54 WIB
Amrizal Amroni [kiri] dan Feri Kurniawan  (Dok. klikanggaran.com/iyana)
Amrizal Amroni [kiri] dan Feri Kurniawan (Dok. klikanggaran.com/iyana)

Palembang, Klikanggaran.com - Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) perwakilan Sumatera Selatan (Sumsel), melakukan pemotongan kambing sebagai bentuk apresiasi kepada pihak Kejaksaan yang telah mengungkap perkara korupsi. Acara potong kambing tersebut dilakukan di halaman depan Gedung Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, pada Rabu, 22 September 2021.

Koordinator MAKI Sumsel, Amrizal Aroni, menuturkan bahwasannya pemotongan kambing tersebut sebagai apresiasi ke pihak Kejaksaan yang telah berkomitmen melakukan pemberantasan korupsi di Bumi Sriwijaya (Sumsel).

"Kita sangat mengapresiasi pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel yang telah mengungkap perkara korupsi, bahkan bisa menjerat pejabat tinggi, sehingga kita melakukan potong kambing dan kita bagikan ke anak yatim piatu," ujar Amrizal saat dikonfirmasi Klikanggaram.com.

Baca Juga: Kaum Dhuafa, Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas Dapat Bantuan Baznas Banjarnegara

Amrizal menuturkan, pengungkapan perkara korupsi yang berhasil diungkap oleh Kejati Sumsel merupakan sebuah perkara besar, bahkan bisa menetapkan mantan Gubernur Sumsel, Alex Noerdin, sebagai tersangka.

"Pak Alex ditetapkan tersangaka dalam dua kasus, pertama perkara PDPDE dan Hibah Masjid Sriwijaya, dengan ditetapkannya beliau menjadi tersangka kita merasa prihatin," ucap Amrizal.

Menurut Amrizal, Alex Noerdin memiliki peran penting dan kontribusi yang besar untuk Sumsel.

Baca Juga: Bisindo sebagai Solusi yang Efektif Berkomunikasi dengan Teman Tuli

"Kita sangat menghormati Pak Alex, sebab pada era kepeimipinannya menjadi Gubernur Sumsel, banyak pembangunan yang dilakukan, bahkan kontribusi beliau diakui sampai ke dunia international, namun pada jamannya pula mega korupsi terjadi dan Sumsel menjadi lumbung korupsi, hal itu terbukti dengan ditetapkan dirinya sebagai tersangka korupsi di dua tempat," jelas Amrizal.

Lebih lanjut, kata Amrizal ditetapkannya Alex Noerdin sebagai tersangka korupsi dana hibah Masjid Sriwijaya, pihak Kejati Sumsel juga harus berani mengungkap aktor lain yang terlibat pada perkara korupsi PDPDE Sumsel dan Masjid Sriwijaya.

"Pada perkara PDPDE Sumsel, disana ada orang-orang besar yang belum tersentuh dan terungkap," imbuhnya.

Baca Juga: Bicara Reformasi Argaria, Jokowi Berkomitmen Berantas Mafia Tanah

"Sedangkan perkara Masjid Sriwijaya, Kejati Sumsel harus tegas mengungkap kasus tersebut, kemungkinan ada oknum DPRD, karena keterlibatan peran mereka dalam pengesahan anggaran. Selain itu, Ahmad Najib selaku Asisten Masjid Sriwijaya menandatangani NPHD belum tau kelanjutannya, belum lagi Biro Hukum dan Bagian Asset," sambungnya.

Ia juga meminta kepada masyarakat harus pandai menyikapi perkara yang menimpa Alex Noerdin.

"Mengenai penetapan tersangka mantan gubernur dua periode itu, masyarakat agar berpikir realistis, sedangkan untuk pejabat setingkat Kepala Daerah agar berhati-hati dan menjauhi korupsi," pungkasnya.

Seperti diketahui, Mantan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Alex Noerdin, ditetapkan sebagai tersangka korupsi pada kasus pembelian gas bumi oleh BUMD Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumsel periode 2010-2019 oleh Kejaksaan Agung, serta ditetapkan sebagai tersangka korupsi dalam kasus dana hibah Masjid Sriwijaya oleh Kejaksaan Tinggi Sumsel.*

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Miris! Adik Kakak Bergantian Sepatu di Sekolah

Rabu, 24 November 2021 | 21:12 WIB
X