• Rabu, 8 Desember 2021

Fakta Menarik! Ini Nama Tempo Doeloe 5 Pulau Besar di Indonesia

- Rabu, 22 September 2021 | 16:55 WIB
Fakta Menarik! Ini Nama Tempo Doeloe 5 Pulau Besar di Indonesia (Dok.klikanggaran.com/KR)
Fakta Menarik! Ini Nama Tempo Doeloe 5 Pulau Besar di Indonesia (Dok.klikanggaran.com/KR)

Jakarta, Klikanggaran.com – Seperti diketahui, Indonesia adalah negara kepulauan. Menurut Deputi Kedaulatan Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, terdapat 17.504 pulau yang termasuk ke dalam wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Fakta mencatat, 16.056 pulau telah dibakukan namanya di PBB hingga Juli 2017.

Fakta menarik pada tahun 2017, pernah ada kontroversi di tengah publik ketika ada puluhan pulau Indonesia yang dimiliki secara pribadi oleh warga negara asing. Mereka bahkan berani mengusir warga sekitar untuk mengunjungi pulau-pulau privat tersebut. Beberapa di antaranya terletak di Karimunjawa & Kepulauan Seribu.

Fakta menarik lain, di antara pulau-pulau yang namanya sudah terdaftar di PBB itu, ada 5 pulau milik Indonesia yang di masa lalu mempunyai sebutan lain. Berikut 5 pulau itu:

Baca Juga: Menteri Kesehatan Brasil Dinyatakan Positif Covid-19 Tak Lama setelah Bolsonaro Berbicara di Majelis Umum PBB

1. Sumatera – Swarnadwipa

Sumatera, pulau besar yang menjadi benteng wilayah Indonesia bagian barat ini dahulu dikenal sebagai Pulau Swarnadwipa atau Suvarnadwipa. Menurut laman National Geographic, nama "Suvarnadvipa" muncul dalam Prasasti Nalanda di India yang berangka tahun 860. Saat itu, prasasti menceritakan ekspedisi raja ke Kerajaan Sriwijaya di Sumatera.

Swarna atau Suvarna sendiri memiliki makna emas. Sebab, saat itu Sumatera memang dikenal sebagai penghasil emas. Istilah ini juga disebut pada kisah Ramayana.

Baca Juga: Pantes Banjir Terus, Pengendalian Pemanfaatan GSS Pemprov DKI Jakarta Juga Belum Memadai

2. Jawa – Jawadwipa

Nama Jawa saat ini diambil dari nama yang diberikan oleh nenek moyang terdahulu, yakni Jawadwipa. Artinya, pulau yang makmur akan padi. Ada juga yang menyebut istilah ini diambil dari "jawawut", yaitu tanaman biji yang menjadi makanan pokok sejumlah bangsa Asia.

Menurut Thomas Stamford Raffles dalam The History of Java (1817), nama Yavadvipa telah disebut dalam sejumlah kisah klasik India seperti Ramayana. Sejumlah berita China dari abad ke-5 juga disebut telah menyinggung mengenai Pulau Jawa dengan sebutan Shi-Po. Sementara menurut Denys Lombard, berita China dari masa Dinasti Yuan kemudian menyebutnya sebagai "Zhao-Wa".

Saat ini Jawa menjadi pulau yang memiliki kepadatan penduduk tertinggi di Indonesia. Hal ini disebabkan pusat pemerintahan negara dan pembangunan banyak terdapat di sana.

Baca Juga: Belum Punya Database Sarpras TIK, Ini Masalah yang Dihadapi Pemkab Batang Hari

3. KalimantanBorneo

Berdasarkan sejarah, nama Borneo ini dicetuskan oleh kolonial Inggris dan Belanda untuk menyebut Kalimantan. Asalnya, sebutan untuk Kesultanan Brunei, sebab letak negeri kerajaan itu berada satu pulau dengan Kalimantan.

Akan tetapi, seorang penulis asal AS, Eugene Linden, menyebutkan bahwa kemungkinan kata "Borneo" bisa juga berasal dari bahasa Sansekerta "Varuna", dewa hujan yang dipercaya masyarakat Hindu.

Menurut Linden, masyarakat Indonesia menyebut Borneo sebagai Kalimantan. Hal ini merujuk pada kata Sansekerta "Kalamantahana" yang berarti pulau yang sangat panas. Manuskrip "Nagarakretagama" yang ditulis Mpu Tantular pada abad ke-14 sendiri pernah menyinggung mengenai pulau "Nusa Tanjungnagara", yang kemungkinan merujuk pada Kerajaan Tanjungpura di Kalimantan.

Baca Juga: Mau Ngopi Bareng Ayu Azhari? Buruan Simak Ini!

4. SulawesiCelebes

Sebuah sumber menyebut, nama Celebes muncul setelah rombongan dari Belanda datang ke pulau yang menyerupai huruf K ini. Orang Belanda itu menanyakan pada warga setempat, apa nama daerah yang didatanginya ini.

Karena perbedaan bahasa yang tidak dimengerti oleh warga lokal tadi, ia mengira tamu yang datang padanya sedang menanyakan benda apa yang sedang dipegangnya. Sontak, orang itu menjawab "Sele bessi" yang berarti badik (senjata tradisional Sulawesi) yang terbuat dari besi.

Saat itu memang ia tengah membersihkan badik miliknya. Sejak saat itulah nama Celebes digunakan untuk menyebut Pulau Sulawesi sebelum berganti nama menjadi Sulawesi sampai saat ini.

Akan tetapi, dalam situs pariwisata Sulawesi dikatakan, nama Celebes pertama kali digunakan oleh orang-orang Portugis pada awal abad ke-16 untuk menyebut Sulawesi.

Baca Juga: Ternyata Kau Bukan Lelaki

5. Papua – Irian

Nah, tentang pulau kelima ini, berdasarkan laman Pusat Penelitian Politik LIPI, nama Irian diperkirakan berasal dari kosakata dari bahasa Biak, yakni "Mariiyen” yang berarti "bumi yang panas".

Ada versi lain, kata Irian berasal dari bahasa Onim (Patipi) yakni dari kata "tiri abuan" yang berarti "daratan besar". Masih dari sumber yang sama, kata Irian juga berasal dari bahasa Aram, yakni "urryan" yang berarti "sinar terang".

Nama ini disebut muncul secara formal dalam Konferensi Malino pada 15-22 Juli 1946. Frans Kaisiepo yang kelak menjadi gubernur, mengusulkan nama "Iryan". Nama ini berubah "Irian" yang berarti "Ikut RI Anti-Nederland".*

Baca Juga: Resmikan Pabrik Baja, Presiden: Konsumsi Baja Besar, Jangan Biarkan Produk Luar Masuk

Mungkin teman Anda tertarik dengan artikel ini, mohon bantu share kepadanya, ya, terima kasih.

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pecat 900 Karyawan via Zoom, Waduh!

Senin, 6 Desember 2021 | 21:57 WIB
X