• Selasa, 30 November 2021

Polrestabes Palembang Ungkap Kasus Penipuan Jual Beli Masker, Tersangka Mengaku Pegawai Honorer BPK RI

- Senin, 20 September 2021 | 19:03 WIB
Pelaku penipuan penjualan masker diamankan Polrestabes Palembang, Senin 20 September 2021 (Iwan Fasha)
Pelaku penipuan penjualan masker diamankan Polrestabes Palembang, Senin 20 September 2021 (Iwan Fasha)

Palembang, Klikanggaran.Com-Satuan Reskrim Polrestabes Palembang menangkap seorang pria yang diduga  pelaku penipuan kasus penjualan masker hingga Rp 305 juta.

Tersangka bernama Rizky Prayoga (24) warga Jalan Ratu Sianum, Lorong Sukadamai, Kecamatan Ilir Timur (IT) II Palembang, Sumatera Selatan.

Saat menjalani pemeriksaan oleh penyidik, tersangka mengaku sebagai pegawai honorer Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Tetapi setelah dilakukan pengecekkan, ternyata tersangka bukan pegawai honorer BPK, tetapi pegawai sebuah perusahaan swasta.

Baca Juga: Kapolda Jatim: Operasi Patuh Semeru 2021 Menyasar yang Tidak Patuh Prokes

Tersangka berharap, dengan mengaku sebagai pegawai BPK, agar penyidk merasa kasihan, sehingga hukuman yang akan diterimanya menjadi lebih ringan.

“Terkait penipuan ini, saya tidak sama sekali mengaku sebagai pegawai BPK, Cuma waktu diperiksa polisi saya mengaku sebagai pegawai honorer BPK. Biar dikasihani” ujar Rizky.

Pengakuan tersangka dibenarkan Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi.

“Pelaku mengaku sebagai pegawai honorer BPK Pusat di hadapan penyidik. Tujuannya untuk mendapatkan keringan atas perkara yang menjeratnya dalam kasus jual beli masker,"Ujar Kompol Troi Wahyudi.

Baca Juga: Bagaimana Mendidik Anak agar Berkarakter Islami ? Inilah Tips-nya menurut Dekan FAI UMP

Kasus yang menjerat tersangka bermula saat dirinya menawarkan masker bermerek dengan harga Rp300 ribu per kotak kepada M. Hasanain.

Korban yang sudah mengenal tersangka, kemudian memesan 2 ribu kotak masker dengan mentrasfer uang Rp60 juta pada pertengahan 2020.

 

Kepada korban, pelaku yang sudah menerima uang, berjanji akan mengirim segera masker ke Palembang dalam tempo waktu sekitar dua minggu.

"Kami memang saling kenal, makanya saya tidak mengaku pegawai BPK, cuma foto bersama Kepala BPK RI saya tunjukkan sama dia biar percaya," ujarnya.

Baca Juga: Berlaku Mulai Oktober, Korlantas Polri: Jogja Jadi Pilot Project Digitalisasi Ranmor

Tetapi setelah dua minggu lewat, masker tidak dikirim sehingga korban kemudian menagihnya. Pelaku kemudian memberikan bukti dalam bentuk video jika pesanan masker telah dikirim ke alamt rumah korban.

Korban yang percaya, meskipun belum meneriman pesanan pertama, kemudian memesan masker kembali kepada pelaku dengan jumlah yang lebih besar.

Sama seperti pesanan pertama, korban juga tidak menerima pesanan kedua. Korban yang meminta agar uangnya dikembalikan, tidak ditanggapi pelaku.

Baca Juga: Lima Makanan Khas Tradisional Cianjur Patut Dicoba ketika Kamu Sedang Berwisata di Sana, Yuk Kita Kepoin!

Korban yang merasa dirugikan yang besarnya mencapai Rp305 juta kemudian melaporkan kepada polisi., yang kemudian menangkapnya.

Sementara terkait pengakuan tersangka sebagai pegawai honorer Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK). 

Sementara itu, Kasubbag Humas BPK Perwakilan Sumsel, Rita Diana memastikan, pelaku bukan pegawai honorer BPK Pusat.

“Kita melakukan pengecekan terhadap nama pelaku dan tidak ada. Kita melakukan konfirmasi hingga datang langsung ke Polrestabes untuk menanyai pelaku terkait motif pelaku yang mengaku sebagai pegawai honorer BPK pusat,” ujarnya.

Baca Juga: Selain Dianiaya, Muhammad Kece Juga Dilumuri Kotoran Manusia

Pelaku kini terancam untuk dua kasus yaitu penipuan dan pemalsuan identitas.

“Pelaku pekerjaannya pegawai swasta, terkait dia memalsukan identitasnya. Dia bisa dikenakan pasal pemalsuan identitas di hadapan penyidik” pungkas Kompol Tri Wahyudi.

Halaman:

Editor: Muslikhin

Sumber: Liputan lapangan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X