• Kamis, 9 Desember 2021

Terungkap Penyebab Penyerangan Kantor Adira Finance di Karawang

- Minggu, 19 September 2021 | 10:17 WIB
Kantor Adira FInance Karawang (Dok. Adira Finance Karawang)
Kantor Adira FInance Karawang (Dok. Adira Finance Karawang)

Karawang, Klikanggaran.com-- Kantor perusahaan leasing, Adira Finance diketahui dirusak oleh belasan orang pada, Kamis lalu (16/09/2021).

Pengrusakan kantor Adira Finance di kawasan Grand Taruma, Karawang tersebut dilakukan oleh 14 orang yang tak dikenal. Tidak hanya kantor perusahaan leasing tersebut yang dirusak satu dari mereka juga melempar batu pada sebuah hotel yang ada di karawang.

Polisi pun bergerak cepat, beberapa dari pelaku yang melakukan perusakan Kantor Adira Finance telah ditetapkan sebagai tersangka. Aparat juga menemukan sajam dan senapan angin di rumah terduga pelaku.

Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terkait pengrusakan Kantor Adira Finance di Karawang. Polisi menetapkan tiga orang sebagai tersangka berinisial ES, ER, dan TK.

Baca Juga: Lagi-Lagi Kurang Volume Pekerjaan di Pemkot Tasikmalaya, yang Ini di Kecamatan Cihideung

ES menjadi tersangka atas perannya menghasut rekan-rekannya melalui media sosial. Dia menyebut kendaraan anggota kelompoknya akan ditarik Adira Finance. 

ES juga mengisukan kelompoknya akan diserang kelompok lain sehingga mereka melakukan sweeping di kawasan Grand Taruma hingga merusak sebuah hotel.

 

Atas perbutannya ES disangkakan Pasal 160 KUHP dengan ancaman minimal enam tahun penjara. Semantara, ER ditetapkan tersangka lantaran turut merusak salah satu hotel di Karawang dengan melemparkan batu. Ia akan dijerat Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman penjara minimal lima tahun.

Sementara, TK dijerat Undang-Undang Darurat dengan ancaman lebih dari 10 tahun penjara. TK diketahui terindikasi ikut dalam kedua aksi itu.

Baca Juga: Soal Alex Noerdin, Pigai: Seandainya Jokowi Korupsi, Apakah Ada yang Membela?

Awal mula perusakan dan penyerangan

Kapolres mengungkapkan, penyerangan ini berawal dari ES menyebarkan isu bahwa kendaraan milik salah seorang anggota kelompoknya akan ditarik oleh Adira.

Rekan-rekan ES kemudian berkumpul dan disepakati untuk menyerang kantor Adira.

"Isu itu berkembang dan terjadilah keributan itu," ungkap Aldi Subartono seperti dilansir dari Kompas.com

Kelompok ini kemudian menuju kawasan Grand Taruma. Di sana, mereka kembali membuat keributan dengan merusak salah satu hotel.

Baca Juga: Stop Kriminalisasi Aktifis dan Jurnalis, KAUM Siap Bela Rahmadsyah

Dari video yang beredar, tampak sekelompok pria bersenjata masuk ke dalam kantor dan menghancurkan kursi dan meja di dalam ruangan.

Terlihat keberingasan para pelaku saat seorang petugas keamanan datang. Mereka memukuli petugas tersebut menggunakan senjata yang dibawa.

Setelah menghancurkan barang dan menganiayaa security, para pelaku kemudian meninggalkan kantor tersebut.

Toni Sopiyan, kuasa hukum Adira Finance Cabang Karawang mengungkapkan, Adira Finance mengalami kerugian sekitar Rp102 juta atas kerusakan sejumlah fasilitas.

Baca Juga: Dodi Reza Harus Kerja ekstra Keras untuk Rebut Simpati Masyarakat Sumsel

"Kaca pecah, komputer, kursi, dan beberapa barang lain yang masih harus diinventarisir. Seorang petugas keamanan kami mengalami luka pada tiga jarinya sehingga harus mendapatkan 15 jahitan. Biaya pengobatannya dari Adira," ucap Toni ditemui kompas di Kantor Adira Finance Cabang Karawang, Jalan Kertabumi, Karawang, Jumat.

Pasca peristiwa itu, Toni menyebut tak ada pengamanan khusus. Mereka tetap waspada dan terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian.*

Apabila artikel ini menarik, mohon bantuan untuk men-share kepada teman-teman Anda, terima kasih.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Sumber: kompas.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X