• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (14-05-2018) - Hari ini, tepatnya pagi tadi sekitar pukul 07.30 WIB, kembali Indonesia berduka. Sembilan orang jemaat gereja telah meninggal dunia dan puluhan mengalami luka berat akibat teroris yang telah membom 3 gereja di Surabaya saat sedang beribadah.

Kejadian seperti ini sudah kerap terjadi di NKRI ini. Tak terhitung lagi korban yang telah berjatuhan, mungkin hal ini juga akan terjadi di Riau, karena faktanya teroris telah masuk ke semua tempat dan mereka bebas di NKRI ini untuk melakukan aksinya kapan saja.

Sesungguhnya, bangsa, negara, atau aparat kepolisian dan TNI sangat mengetaui keberadaan dan eksistensi mereka. Namun, entah mengapa, para teroris seakan tak punya hambatan untuk menanamkan ideologi dan aksinya di NKRI ini.

Kita semua rakyat Indonesia, sangat mendesak negara melalui aparat kepolisian dan TNI agar secepatnya bertindak tegas untuk membasmi para teroris dan ajaran ideologinya dengan segala cara. Agar negara ini tidak berada pada keadaan mencekam dan menakutkan, khususnya bagi anak-anak dan rakyat jelata, khusus bagi masyarakat beragama Kristen yang kerapkali menjadi sasaran.

Presiden Lembaga Swadaya Masyarakat Lumbung Informasi Rakyat (LSM LIRA), Drs. HM. Jusuf Rizal, SE.M.Si, mengecam keras dan mengutuk aksi bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, maupun aksi teror yang terjadi dimanapun di negeri tercinta Indonesia.

"Kami berduka cita mendalam atas jatuhnya korban dalam peristiwa tersebut, dan mendesak Pemerintah memberikan pemulihan yang efektif kepada para korban dan keluarganya," kata Jusuf Rizal.

LSM LIRA juga mendesak kepada penegak hukum untuk menindak tegas para pelaku teror dan menghabisi sampai ke jaringan dan akar-akarnya demi keamanan, kenyamanan, dan kedamaian di bumi pertiwi. Karena, mereka menilai tindakan teroris bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan (HAM), Pancasila, UUD 1945, dan agama serta menimbulkan rasa saling curiga, perpecahan dan memperlemah Persatuan dan Kesatuan Bangsa.

Terakhir, tambah Jusuf Rijal, agar mengajak organisasi politik, agama, ormas, LSM serta penegak hukum, baik TNI, Polri, BIN, dan aparat lain untuk bekerja bersama mewaspadai setiap orang yang mencurigakan sebagai jaringan teroris.

"Negara tidak boleh kalah dengan teroris. Hidupkan kembali sistim pelaporan dan pengamanan warga di setiap RT/desa," tutupnya.

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...