• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikangaran.com (12-03-2018) - Gerakan Tolak Jokowi yang digagas Sri Bintang Pamungkas (SBP) menuai banyak kritik dari berbagai kalangan. Pasalnya, gagasan itu cukup membuat efek kejut di muka publik.

Pakar Komunikasi Politik Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing, menilai gagasan yang dilayangkan SBP sangat subyektif dan tak berdasar.

“Pandangan SBP menggagas tolak Jokowi lebih berbasis subyektif, yaitu sudah terlebih dahulu memposisikan pemikirannya pada wilayah sepakat untuk tidak sepakat. Sehingga argumentasi yang dibangun tidak didukung oleh sajian data yang lengkap,” ungkap Emrus kepada Klikanggaran.com, Minggu (11/03/2018).

Emrus menerangkan, pemikiran semacam ini memang bisa saja muncul dalam suatu sistem demokrasi. Hal tersebut sebagai anti tesis terhadap penyelenggaraan pemerintahan suatu negara yang sedang berjalan. 

Dengan demikian, menurutnya gagasan gerakan tolak Jokowi hanya untuk kepentingan politik subyektif orang yang bersangkutan atau kelompok kepentingan lainnya yang ingin berkuasa dengan prakmatis.

“Jadi, gagasan ini sangat miskin data dan argumentasi yang dibangun pun lemah dan sangat subyektif karena sama sekali mengesampingkan kinerja atau capaian pemerintahan Jokowi dalam berbagai sektor kehidupan sosial berbangsa dan bernegara,” terang Emrus.

“SBP tampaknya menutup mata untuk tidak melihat pembangunan sejumlah infrastruktur yang sedang berlangsung di seluruh tanah air,” tutup Emrus.

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...