• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (19/3/2017) – Masih segar dalam ingatan, beberapa waktu lalu Jakarta dan sekitarnya digegerkan oleh temuan vaksin palsu. Para pelaku menawarkan vaksin palsu tersebut ke beberapa rumah sakit di sekitar Jakarta. Belakangan, menyusul berita bahwa vaksin palsu telah menyebar dan ditemukan di daerah lain.

Pengadilan Negeri Bekasi, Jawa Barat, telah menetapkan vonis hukuman penjara dan denda kepada lima dari 19 terdakwa kasus vaksin palsu yang beredar periode 2010-2016.

Berdasarkan keterangan dari Suwarna, Kepala Humas PN Bekasi pada Sabtu (18/3/2017), lima terdakwa yang telah memperoleh vonis PN Bekasi adalah:

Iin Sulastri dan Syafrizal, pasangan suami istri yang berperan membantu peredaran vaksin palsu serta proses produksinya. Iin divonis penjara selama delapan tahun berikut denda Rp 100 juta, sementara Syafrizal divonis sepuluh tahun penjara serta denda Rp 100 juta.

Irnawati, berperan sebagai perawat Rumah Sakit Harapan Bunda, Pondok Ungu, Bekasi Utara, mendapat vonis tujuh tahun penjara berikut denda Rp 1 miliar.

Seno bin Senen, selaku perantara antara produsen dan pihak rumah sakit, mendapat hukuman delapan tahun penjara berikut denda Rp 1 miliar.

M Farid, atas perannya selaku pemilik apotek yang mengedarkan vaksin palsu memperoleh hukuman 8 tahun penjara berikut denda Rp1 miliar adalah.

Kelima terdakwa tersebut, seperti dikatakan oleh Suwarna, terbukti bersalah karena melanggar Undang-Undang Kesehatan dan Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Pihaknya mejadwalkan vonis terhadap para terdakwa lainnya akan bergulir mulai Senin (20/3).

"Berarti masih ada 14 terdakwa lain yang saat ini masih menanti vonis hakim dalam kasus yang sama. "Paling lambat 25 Maret 2017 seluruh vonis kepada terdakwa harus sudah diputuskan," katanya.

(Sumber: Antara)

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...