• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (15-07-2018) - Pengoplosan Gas Elpiji bersubsidi 3 kilogram yang diketahui terjadi di Jalan Ekaliastus 6 RT 08/07, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Kamis (12/7/2018) telah terungkap. PT Pertamina (persero) pun mengapresiasi keberhasilan pengungkapan tersebut.

Unit Manager Communication & CSR MOR III, Dian Hapsari Firasati, mendukung tindakan hukum kepada para pelaku yang merugikan masyarakat dan mencoreng nama baik perusahaan.

Ia menuturkan, Elpiji 3 kg merupakan barang yang disubsidi negara, penggunaannya pun ditujukan untuk masyarakat yang tidak mampu.

"Dengan adanya penyalahgunaan seperti ini, tentu membuat masyarakat tidak mampu yang seharusnya menerima Elpiji 3 kg jadi kesulitan. Di sisi lain, negara juga merugi karena mengeluarkan subsidi," tegas Dian, Minggu (15/7/2018).

Pertamina mengimbau kepada masyarakat untuk segera melaporkan ke pihak berwajib, jika menemukan tindakan yang mencurigakan, mengingat pengoplosan merupakan hal yang sangat berbahaya.

"Sebab penyuntikan terhadap tabung gas secara paksa yang tidak sesuai prosedur, juga dapat mengakibatkan insiden yang sangat berisiko bagi pelaku dan penggunanya," pungkasnya.

Adanya dukungan masyarakat yang lebih waspada terhadap penyalahgunaan LPG seperti ini di lingkungan sekitarnya, tentu sangat membantu kepolisian dalam menindak para pelaku.

"Sekali lagi, pengoplosan sangat berbahaya baik bagi para pelaku maupun masyarakat umum sebagai pengguna selanjutnya," papar Dian.

Masyarakat pun disarankan untuk membeli Elpiji di agen resmi Pertamina. Masyarakat juga dapat melakukan aduan langsung ke Contact Center Pertamina di nomor 1 500 000, jika mendapati kegiatan yang mencurigakan.

Subcategories

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...