• Rabu, 29 Juni 2022

Kepala Ilmuwan WHO: Belum Ada Data Dampak Varian India pada Diagnostik, Terapeutik atau Keefektifan Vaksin

- Selasa, 11 Mei 2021 | 09:05 WIB
who 1
who 1


KLIKANGGARAN--- WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) memberikan varian klasifikasi yang paling serius jika ada bukti peningkatan penularan, peningkatan virulensi, atau peningkatan resistensi terhadap vaksin dan pengobatan. Kepala Ilmuwan WHO Soumya Swaminathan menyebabkan kehebohan minggu lalu ketika dia mengatakan kepada AFP bahwa varian B.1.617 menunjukkan mutasi "yang dapat membuatnya kebal terhadap antibodi yang dihasilkan oleh vaksinasi atau oleh infeksi alami."


Setelah Kasus di Vietnam, Seorang Pemuda Meninggal Setelah Menerima Vaksin AstraZeneca


Namun, Swaminathan mengatakan pada hari Senin bahwa dia telah "salah dikutip," dan bahwa belum ada data tentang "dampak varian India pada diagnostik, terapeutik atau keefektifan vaksin".


Kepala Petugas Medis Inggris Chris Whitty mengatakan pada pengarahan media pada hari Senin bahwa B.1.617 tampaknya lebih kecil kemungkinannya untuk menjadi kebal vaksin daripada strain bermutasi lainnya yang sedang diselidiki, tetapi data lebih lanjut perlu dikumpulkan tentang masalah ini untuk "memberi kami jawaban dengan satu cara atau yang lain".


Satu studi telah menemukan varian India lebih resisten terhadap antibodi, tetapi temuan tersebut belum ditinjau sejawat. Dengan laporan situasi lengkap tentang varian yang akan dirilis oleh WHO pada hari Selasa, garis resmi badan tersebut tetap bahwa vaksin Covid saat ini "tetap efektif dalam mencegah penyakit dan kematian pada orang yang terinfeksi varian ini."


Israel membom sasaran di seluruh Gaza setelah serangan roket Hamas & kerusuhan di Yerusalem


Dan, WHO telah mengklasifikasikan jenis virus korona yang saat ini yang menghancurkan India sebagai "varian kekhawatiran" global. Varian tersebut dianggap lebih mudah menular, dan bisa lebih resisten terhadap vaksin.


Pertama kali diidentifikasi di India tahun lalu, jenis B.1.617 diyakini berada di balik gelombang infeksi dan kematian di negara itu dalam beberapa bulan terakhir. Lebih dari 400.000 kasus tercatat pada beberapa hari pekan lalu di India, dengan kematian mencapai rekor 1.187 pada hari Jumat.


"Kami mengklasifikasikan ini sebagai varian perhatian di tingkat global," kata Maria Van Kerkhove, kepala teknis WHO untuk Covid-19, dalam sebuah pengarahan di Jenewa, Swiss, Senin.

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Minyak Mentah Rusia Lebih Banyak Diimpor Uni Eropa

Minggu, 26 Juni 2022 | 08:40 WIB
X