• Sabtu, 2 Juli 2022

Anggota Parlemen Prancis Walkout di Parlemen sebab Perwakilan Mahasiswa Hadir dengan Mengenakan Hijab

- Sabtu, 19 September 2020 | 13:11 WIB
hijab prancis
hijab prancis

Majalah satir Charlie Hebdo juga dikritik keras karena menempatkannya di sampulnya dengan gambar yang banyak dianggap rasis.


Kelompok sekuler seperti Le Printemps Republicain, yang dibentuk pada 2016 untuk membela cita-cita republiken laicite, yang memisahkan gereja dari negara, telah dituduh oleh para kritikus menggunakan konsep tersebut untuk menindas Islam di Prancis.


Baca juga: Darah dan Minyak: Gosip istana Saudi, orientalisme, dan perang tak terlihat MBS


Awal bulan ini, sebuah video yang menunjukkan seorang wanita Muslim muda memberikan tip anggaran kepada mahasiswa di awal tahun baru universitas ditanggapi oleh jurnalis Perancis Judith Waintruab dengan kata-kata "11 September", mengacu pada serangan World Trade Center di New York pada tahun 2001.


Waintruab sebelumnya telah menyatakan bahwa pindah agama ke Islam di negara itu harus dilaporkan ke polisi agar dapat diselidiki.


Tahun lalu, Ketua Senat Gerard Larcher menyatakan dia menentang "segala sesuatu yang dapat mengunci wanita", setelah merek olahraga Prancis Decathlon memperkenalkan berbagai jilbab untuk pelari.


Pada tahun yang sama, seorang ibu Muslim yang mengenakan jilbab selama perjalanan sekolah bersama putranya ke parlemen regional di Bourgogne-Franche-Comte di Prancis timur menerima pelecehan verbal di dalam ruangan ketika seorang politisi dari Partai Nasional sayap kanan Marine Le Pen memerintahkan dia untuk melepas kerudungnya.


Emmanuel Macron sebelumnya pernah menyatakan bahwa hijab “tidak sesuai dengan kesopanan negara kita”.


Sumber: Middle East Eye


Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Minyak Mentah Rusia Lebih Banyak Diimpor Uni Eropa

Minggu, 26 Juni 2022 | 08:40 WIB
X