Aljazair Matikan Jejaring Media Sosial untuk Kurangi Kecurangan Ujian Sekolah

- Senin, 14 September 2020 | 20:50 WIB
aljazair
aljazair


(Klikanggaran)--Warga Aljazair tidak dapat mengakses akun media sosial pada hari Minggu karena siswa sekolah sedang mengikuti ujian nasional di negara Afrika Utara tersebut di mana pihak berwenang berupaya menindak kecurangan.


Jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, dan WhatsApp tidak dapat diakses, kata seorang jurnalis AFP, sementara internet menghadapi gangguan di seluruh negeri.


Baca juga: Di tengah protes, Lukashenko tiba di Rusia untuk berbicara dengan Putin


Langkah itu dilakukan sehari setelah kementerian kehakiman mengumumkan bahwa seorang remaja telah dijatuhi hukuman satu tahun penjara karena membagikan hasil tes bahasa Arab secara online.


Anak laki-laki itu dijatuhi hukuman pada hari Rabu oleh pengadilan di kota timur laut Guelma sejalan dengan amandemen hukum pidana yang diadopsi pada bulan April yang mengkriminalkan kecurangan selama ujian brevet dan sarjana muda, biasanya diambil pada akhir sekolah menengah dan atas.


Setelah lonjakan kecurangan selama ujian nasional dalam beberapa tahun terakhir, pihak berwenang di negara Afrika Utara itu mengadopsi undang-undang di mana mereka yang dinyatakan bersalah dapat menghadapi hukuman penjara hingga 15 tahun.


Baca juga: Demokrat Pertanyakan Tujuan BIN Punya Pasukan Khusus Bersenjata Lengkap


Menurut kementerian kehakiman, pengadilan di Aljazair telah mulai menjatuhkan hukuman penjara kepada individu yang dituduh telah membocorkan kertas ujian atau hasil selama brevet awal bulan ini.


Pada 2016, pihak berwenang memblokir sementara akses ke jejaring sosial untuk mencegah kecurangan setelah dokumen yang bocor memaksa ratusan ribu siswa untuk mengulang ujian sarjana muda. Pihak berwenang melakukan.

Halaman:

Editor: R Adhitya

Tags

Terkini

X