• Jumat, 9 Desember 2022

Ibadah Terasa Berat? Lawan dengan Hakikat Ini!

- Sabtu, 19 Maret 2022 | 22:26 WIB
Ilustrasi (pixabay)
Ilustrasi (pixabay)

Sebaliknya, pejalan yang melalui sisi kanan yang terikat dengan posisi dirinya sebagai prajurit harus membawa tas lengkap berisi perlengkapan makanan seberat 4 kg dan senjata negara
seberat 2 kg di mana dengan itu dapat mengalahkan semua musuh.

Setelah mendengarkan penjelasan, orang yang bernasib baik melewati jalan sebelah kanan. Ia berjalan seraya memikul sejumlah beban, namun hatinya tenang dan jiwanya bebas dari segala ketakutan.

Baca Juga: Komentari Berita MUI Minta Acara TV yang Diisi Ayu Ting Ting Dihentikan, Habib Kribo : MUI Otaknya Mesum!

Adapun orang yang bernasib buruk enggan menjadi prajurit dan tidak mau terikat peraturan. Dia meniti jalan sebelah kiri.

Meski fisiknya bebas dari beban satu ons, namun kalbunya di bawah tekanan beban ribuan kuintal derita dan jiwanya tersiksa oleh berbagai kecemasan yang tak terhingga.

Ia melintasi jalannya dengan terus meminta tolong kepada setiap orang, serta cemas terhadap segala hal dan takut terhadap semua kejadian.

Ketika sampai di tempat tujuan ia pun mendapatkan hukuman sebagai balasan atas sikapnya yang lari dan membangkang.

Baca Juga: Inilah 4 Fakta Pembunuhan Sadis Bidan Sweetha dan Anaknya yang Dilakukan Sang Pacar

Nah, dari cerita imajiner di atas, Said Nursi membuka hakikatnya dengan menjelaskan makna dari cerita tersebut.

Dijelaskan bahwa jalan yang ditempuh adalah perjalanan setiap orang dari alam arwah yang akan melintasi alam kubur menuju alam akhirat.

Halaman:

Editor: Muslikhin

Sumber: Buku Nasihat Spiritual

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini Caranya Cek Hasil Pengumuman SNMPTN 2022

Selasa, 29 Maret 2022 | 15:26 WIB

Ibadah Terasa Berat? Lawan dengan Hakikat Ini!

Sabtu, 19 Maret 2022 | 22:26 WIB
X