• Minggu, 28 November 2021

Soal Alex Lebih Dulu Ditetapkan Tersangka Oleh Kejagung, Begini Kata Kejati Sumsel

- Jumat, 24 September 2021 | 07:08 WIB
Kasipenkum Kejati Sumsel, Khaidirman,  saat diwawancarai awak media (dok. tranparanmerdeka)
Kasipenkum Kejati Sumsel, Khaidirman, saat diwawancarai awak media (dok. tranparanmerdeka)

 

Palembang, Klikanggaran.com-- Eks Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin lebih dulu ditetapkan tersangka oleh pihak Kejagung RI, Pada Kamis (16/09/21). Ia terjerambah dalam dugaan korupsi jual beli gas pada Perusahaan Daerah PDPDE Sumsel 2010-2019.

Hanya dalam kurun waktu sepekan usai penetapan Alex Noerdin sebagai tersangka oleh Kejagung, giliran Kejati Sumsel yang menetapkan Alex Noerdin sebagai tersangka, Rabu (22/09/21). Alex tersandung dugaan kasus korupsi soal Masjid Sriwijaya.

Pihak Kejati Sumsel menegaskan, jika kasus Masjid Sriwijaya dan PDPDE Sumsel adalah dua kasus yang berbeda.

Baca Juga: Soal TPST Bantargebang, Kota Bekasi Minta Pemprov DKI Kelola Sampah Menjadi Energi Terbarukan. Sanggup?

"Jadi memang tidak ada sangkut pautnya ke sana (kasus PDPDE), proses penetapan (tersangka kasus Masjid Sriwijaya) memang dilakukan sekarang karena kita memiliki alat bukti yang cukup," kata Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Khaidirman saat dikonfirmasi oleh Kompas.com, Kamis (23/9/2021).

Khaidirman, menjelaskan beberapa saksi telah diperiksa lebih dulu atas kasus pembangunan Masjid Sriwijaya ini.

Bahkan, enam orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan empat di antaranya sudah menjalani sidang.

Baca Juga: Jokowi Posting Foto Kaki Belepotan Pasir, Netizen: Situ Presiden Apa Figuran!

Khaidirman menjelaskan, Alex yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Sumatera Selatan bertanggung jawab atas proses pemberian dana hibah ke yayasan wakaf Masjid Sriwijaya.

Namun, dalam prosesnya Alex diduga telah menyalahi aturan. Ia diketahui memerintahkan pencairan dana sebesar Rp130 miliar untuk pembangunan masjid tidak menggunakan proposal.

Sementara, tersangka Muddai Madang sebagai bendahara pembangunan Masjid Sriwajaya didapatkan adanya penyimpangan.

Baca Juga: Lembaga Adat Bumi Serentak Bak Ragam Batang Hari Mengadakan Musda VII: Sedencing bak besi,Seciap bak ayam, dst

Pasalnya, alamat yayasan Masjid Sriwijaya berdomisili di Jakarta yang merupakan kediaman pribadi Muddai.

Padahal, dalam pemberian dana hibah, haruslah dalam lingkup wilayah daerah yang memberikan, dalam hal ini di Sumatera Selatan.*

Apabila artikel ini menarik, mohon bantuan untuk mensharekannya kepada teman-teman Anda, terima kasih.

 

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Sumber: kompas.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X