• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (14-07-2018) - Setelah EMS atau Eni Maulani Saragih dijemput oleh KPK di rumah dinas Menteri Sosial, Idrus Marham, kemudian beredar kabar, bahwa yang "ditangkap" KPK itu bukan EMS, tetapi berinsial IM atau Idrus Marham.

Setelah kabar OTT insial EMS dan IM beredar, maka muncul lagi sebuah tulisan opini yang viral dari kader politik Golkar, Maman Abdurraam, di media sosial. Dia menyebutkan bahwa EMS bukan kena OTT. Tetapi, petugas KPK datang ke rumah dinas Menteri Idrus Marham hanya untuk menjemput EMS agar dibawa ke Kantor KPK.

Seperti disebutkan dalam berita sebelumnya, saat itu anggota DPR (EMS) tersebut kebetulan sedang berada di rumah dinas Menteri, menghadiri undangan untuk acara kecil-kecilan dalam rangka merayakan ulang tahun kesatu anaknya Idrus Marham.

Tulisan opini Maman Abdurrahman yang viral di media sosial itu pun dinilai publik hanya sebuah pernyataan sok tahu, agar bisa mengecoh publik saja. Seolah-olah kader Golkar yang juga Wakil Ketua Komisi VII DPR, EMS, baik-baik saja atau tidak kena OTT KPK.

Namun, dalam penjelasan Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, menyebutkan bahwa ada sembilan orang yang dibawa ke KPK terkait penjemputan EMS di Rumah Dinas Idrus Marham tersebut.

"Terdiri dari unsur anggota DPR-RI, staf ahli, supir, dan pihak swasta," kata Basaria.

Selanjutnya Basaria mengatakan bahwa KPK telah menyita uang sebesar Rp 500 juta dalam operasi tangkap tangan (OTT) tersebut.

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...