• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Palembang, Klikanggaran.com (13-07-2018) - Ketua National Coruption Watch (NCW) Kabupaten Lahat, Dodo Arman, kembali mendatangi kantor Kejati Sumsel pada Jumat (13/7).

Dodo diterima langsung oleh Intel Jaksa untuk menyerahkan berkas tambahan sesuai yang diminta sebelumnya oleh Penyidik Kejati Sumsel perihal dugaan korupsi fiktif di Sekwan DPRD Lahat.

"Sekalian saya ke sini untuk menanyakan perkembangan laporan kasus dugaan korupsi di Sekretariat DPRD Lahat yang sempat mandek, ada apa ini?" tanya Dodo.

"Ini patut kita pertanyakan, padahal sudah beberapa kali dilaporkan oleh NCW dan melakukan aksi damai untuk mengungkap dugaan korupsi yang kabarnya ada indikasi keterlibatan petinggi anggota DPRD Lahat, namun hingga kini masih aman," terangnya kepada wartawan, Jumat (13/7).

Menurut Dodo, pihak Kejati sudah beberapa kali meminta penambahan pembuktian berkas.

"Dan, hari ini kita antarkan langsung kepada Kasi Intelijen Kejati Sumsel," cetus Dodo.

Untuk diketahui, kasus dugaan korupsi di Sekretariat Daerah DPRD Lahat terendus, di mana pada tanggal 17 Desember 2014 uang ditransfer ke rekening Sekretariat DPRD sebesar Rp 5,7 miliar. Awalnya PPKAD menolak keras permintaan tersebut. Namun, karena dipaksa oleh pihak Sekretariat DPRD Lahat, akhirnya dengan sangat terpaksa mentransfer dana tersebut ke rekening Sekretariat DPRD pada 17 Desember 2014 dengan 4 kali transfer.

Berkaitan dengan hal tersebut, NCW menduga ada indikasi dugaan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) serta gratifikasi. Dikarenakan surat perintah pencairan dana Pemerintah Kabupaten Lahat Nomor 900/021/SPM-Nihil/15.07/ 11.204.4.1/2014 dikuasakan kepada Hj Sri Purwaningsih. Kasus tersebut telah dilaporkan oleh NCW Lahat ke pihak Kejati Sumsel beberapa bulan yang lalu.

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...