• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Palembang, Klikanggaran.com (12-06-2018) - Dana hibah Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tahun anggaran 2013 benar-benar menjadi preseden buruk bagi sejarah Pemerintahan di Provinsi Sumsel. Kasus ini bukan lagi menjadi isu lokal, melainkan sudah menjadi konsumsi publik secara Nasional.

Selain angkanya yang begitu fantastis, kasus ini juga menyeret sejumlah nama penting di jajaran Pemerintah Pemrov Sumsel. Sejauh ini kasus mega skandal dana hibah Sumsel 2013 baru menelan dua orang korban terpidana yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap di tingkat kasasi. Yaitu Ikhwanudin, mantan Kepala Kesbangpol yang divonis 1 tahun dan 10 bulan pidana penjara, dan Laonma Tobing, mantan Kepala BPKAD dengan vonis 7 tahun dan 6 bulan pidana penjara.

Sumber Klikanggaran.com menyebutkan, dari ribuan para penikmat dana hibah Sumsel 2013, ada sekitar 1.973 para penikmat dana hibah yang diketahui bermasalah alias belum mempertanggungjawabkan penggunaannya. Mereka terdiri dari lembaga Pemerintahan, LSM, organisasi kewartawanan, bantuan sosial untuk masjid, hingga para pelaku UKM.

Percikan dana hibah sebesar Rp2.031.305.991.844,00 ini diketahui juga mengalir ke wilayah Kabupaten PALI yang diperuntukkan sebagai pembelian mobil ambulance di Desa Babat Kecamatan Penukal, Desa Tempirai Selatan Kecamatan Penukal Utara. Serta bantuan hibah mobil ambulance untuk amal kematian di Desa Karang Agung Kecamatan Abab yang nilainya masing-masing berkisar Rp180.000.000,00.

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...