• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (31-05-2018) - Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menyikapi proses lanjutan kasus korupsi e-KTP yang saat ini sedang bergulir di meja hijau dengan berbagai sketsa. GMNI akan menggelar demonstrasi di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis 31 Mei 2018 pukul 15.30 WIB.

Menurut Ketua Presidium GMNI, Wonder Infanteri, hal itu untuk merespon keterangan Setya Novanto dalam beberapa sidang terakhir yang menyebutkan keterlibatan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang ikut serta dalam menikmati uang haram tersebut.

Sebelumnya, terpidana kasus korupsi e-KTP, Setya Novanto, mengatakan bahwa mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri, Sugiharto, pernah menyerahkan uang korupsi e-KTP sebanyak US$ 350 ribu kepada politikus PDIP, Arif Wibowo.

“Untuk Arif yang menyerahkan itu Sugiharto ke rumahnya membawa 350 ribu dolar dengan tas hitam,” kata Setya saat bersaksi dalam sidang perkara korupsi e-KTP dengan terdakwa mantan bos PT Quadra Solution, Anang Sugiana Sudihardjo, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada Senin, 21 Mei 2018.

Menurut jaksa, dalam kronologi tersebut Setya menjelaskan ada aliran dana untuk beberapa politikus. Yakni Olly Dondokanbey sebanyak US$ 500 ribu, Tamsil Linrung US$ 500 ribu, Mirwan Amir US$ 500 ribu, Melchias Mekeng US$ 500 ribu, Arif Wibowo US$ 250 ribu, Chairuman Harahap US$ 500 ribu, dan Jafar Hafsah US$ 250 ribu.

Namun, Setya menganulir pernyataannya tersebut. Setya mengatakan, informasi mengenai aliran dana ke anggota DPR yang benar dimiliki keponakannya, Irvanto Pambudi Cahyo. Irvanto dalam beberapa kesempatan kerap disebut berperan sebagai kurir uang e-KTP untuk anggota parlemen Senayan.

Sementara soal informasi adanya uang untuk Arif, Setya Novanto mengatakan mengetahuinya dari Sugiharto. Dia bilang telah mengkonfirmasi hal itu kepada Sugiharto dua pekan lalu. Menurut dia, Sugiharto membenarkan.

“Iya, benar, saya yang memberikan pada Arif itu,” kata Setya menirukan Sugiharto.

Saat bersaksi dalam persidangan Setya Novanto pada 19 Februari 2018, Arif Wibowo membantah menerima duit e-KTP. Ia mengaku baru saja menjadi anggota dewan saat pembahasan proyek e-KTP dilakukan di Senayan (Tempo).

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...