• Jumat, 12 Agustus 2022

Imbas Konkret Virus Corona; Mahasiswa Pusing Kampus Pusing

- Jumat, 3 April 2020 | 22:23 WIB
farid UB (2) crop
farid UB (2) crop


Wabah virus corona, memang bikin pusing. Tak terkecuali mahasiswa dan perguruan tinggi.


Ini pula yang terjadi pada anak saya, mahasiswa semester 2 di Prodi Matematika FMIPA Universitas Brawijaya (UB) Malang. Saat wabah virus corona mulai merebak, pemerintah daerah mulai meliburkan kegiatan belajar di kampus. Awalnya dari 16 Maret hingga 31 Maret 2020. Sang Maestro, begitu saya memanggilnya “terpaksa” pulang ke rumah di Jakarta. Sementara masa libur sedang berlangsung, ada lagi pengumuman untuk melakukan kegiatan belajar secara daring atau jarak jauh. Hingga akhir semester genap 2020 ini, berarti hingga Juni 2020.


 


Di sinilah kepusingan mulai muncul. Karena anak saya di Malang kost secara bulanan. Jadi niat awalnya, akhir Maret 2020 lalu ia ingin kembali ke Malang. Namun karena virus corona terus menggila, saya putuskan untuk tidak kembali ke Malang. Barulah masalah muncul; 1) kost-nya secara bulanan bila dibayar hingga bulan Juni tapi tidak ditempati, 2) motor-nya di kost-an niatnya hanya ditinggal sebentar jadi keamanannya tidak optimal, dan 3) ada cucian kotor di kamarnya. Sungguh memusingkan. Singkat kata, saya istri dan anak pun segera carikan solusi dengan cepat. Apa solusinya? 1) diputuskan anak saya untuk pindah kost (kebetulan niat mau pindah kost) maka tidak perlu bayar kost-an, 2) cari kawan di Malang untuk “minta tolong” memindahkan motor, pakaian, buku-buku, dan barang lainnya dari kost-an ke rumah kawan tersebut. Alhamdulillah berhasil. Niatnya Juli 2020 nanti, saya pun mengantar “sang maestro” kembali ke Malang dan mencarikan kost-an yang baru. Bikin pusing, mahasiswa pun kepusingan.


 


Merebaknya wabah virus corona, yang akhirnya mengubah kuliah tatap muka menjadi kuliah daring. Sebenarnya bukan isu besar. Karena harusnya memang bisa dilakukan dan tidak masalah. Banyak dosen dan mahasiswa, hakikatnya mudah melakukan kuliah dengan berbagai model. Baik video conference, google classroom, email atau grup WA sekalipun, semua bisa dilakukan. Jadi, soal akademik tidak problem. Tapi justru, problemnya di soal non-akademik.


 


 


Bila di kalkulasi, setidaknya ada beberapa problem non-akademik yang bikin pusing mahasiswa dan perguruan tinggi akibat wabah virus corona, antara lain:

Halaman:

Editor: Syarif Yunus

Tags

Terkini

Gugatan Presidential Threshold Serba Dilema

Kamis, 7 Juli 2022 | 13:53 WIB

Remaja Mushola, PD Tampil sebagai MC

Jumat, 10 Juni 2022 | 19:38 WIB
X