• Kamis, 8 Desember 2022

Mengungkap Sejarah Makam Tembayat Dan Permasalahannya

- Senin, 4 Juli 2022 | 12:38 WIB
Komunitas Paguyuban Sejarawan Ngayogyakarta (PSN) (Dok. Istimewa)
Komunitas Paguyuban Sejarawan Ngayogyakarta (PSN) (Dok. Istimewa)

Raden Ayu Mangkorowati putri keturunan Kajoran, ibunda Pangeran Diponegoro dinikahi oleh Sultan ketiga walapun hanya sebagai selir. Kelak putranya ikut membanggakan Sultan ketiga, karena sebagai pahlawan dalam Perang Jawa (1825-1830). Ungkap Lilik mengakhiri paparan sejarahnya.

Sementara itu Chatarina Etty yang sering disapa Rina memberikan pendapat bahwa sebaiknya para petugas makam yang bekerja di kompleks Makam Tembayat dibekali pengetahuan sejarah Makam Tembayat yang memadai, sehingga apabila ada peziarah dan pengunjung ingin mengetahui sejarah Makam Tembayat dapat dijawab dengan benar, jangan dibilang tidak tahu ketika ada pengunjung yang tanya sejarahnya. Imbuh Rina.

Baca Juga: Nathalie Holscher Puji Aurel saat Curhat Putri Delina : The Bestnya Kamu Menerima dan Nurut

Rina juga mengatakan bahwa ada baiknya setiap tempat-tempat tertentu dikasih bak sampah sehingga pengunjung maupun peziarah tidak membuang sampah sembarangan yang berdampak pada kebersihan kompleks Makam Tembayat.

Ketika ditanya tentang pungutan kepada pengunjung dan penataan pedagang kaki lima di kompleks makam, Rina mengatakan bahwa sebaiknya pengunjung dan peziarah diminta kontribusinya hanya sekali dengan membili tiket masuk dan setelah itu tidak ada lagi sumbangan-sumbangan di berbagai tempat yang terkesan memaksa. Hal ini jangan sampai mendistorsi nama baik makam suci, karena asumsi buruk yang ditampakkan di lapangan.

Tentang pedagang kaki lima, Rina mengusulkan agar ditata dengan cara direlokalisasi di tempat terbuka di bawah tangga naik makam. Dengan demikian pengunjung dan peziarah ketika naik tangga menuju makam, tidak ditawari dari kanan dan kiri yang nantinya merusak kekhusuan peziarah yang akan menuju makam suci Sunan Bayat.

Baca Juga: Ukraina Tuduh AFP Terbius Propaganda Rusia!

Apabila di kanan-kiri dibiarkan terbuka dan ada pepohonan dan tumbuhan hijau tentu lebih berkesan bagi peziarah dan pengunjung makam, karena udara perbukitan sangat segar.

               

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Guru Amin: Ulama Betawi dan Pejuang Kemerdekaan

Minggu, 25 September 2022 | 16:07 WIB

CPM: TNI Solid, Effendi Simbolon Harus Meminta Maaf

Rabu, 14 September 2022 | 11:16 WIB
X