• Rabu, 19 Januari 2022

Prodi Pendidikan Sejarah FIS UNJ dan MGMP Sejarah Karawang Adakan Workshop Penulisan Toponimi Karawang

- Kamis, 30 September 2021 | 19:03 WIB
Ketua MGMP Sejarah Tingkat SMA Kabupaten Karawang, Drs. Ateng Rasihuddin, M. Pd (dok.Humaedi)
Ketua MGMP Sejarah Tingkat SMA Kabupaten Karawang, Drs. Ateng Rasihuddin, M. Pd (dok.Humaedi)

Jakarta, Klikanggaran.com-- Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta (FIS UNJ) dan MGMP Sejarah Kabupaten Karawang menyelenggarakan kegiatan workshop kesejarahan dalam rangka kegiatan Pengabdian Masyarakat, Kamis (30/9/2021). Workshop yang merupakan kerja sama untuk tahun ketiga ini, berlangsung secara daring. Tema yang diangkat dalam workshop adalah pendampingan penulisan toponimi Karawang.

Prodi Pendidikan Sejarah FIS UNJ yang diwakili Dr. Umasih, M.Hum mengatakan bahwa kegiatan workshop ini merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan Prodi Pendidikan Sejarah FIS UNJ.

Kegiatan workshop Prodi Pendidikan Sejarah FIS UNJ dan MGMP Sejarah Karawang membuktikan sinergisitas antara perguruan tinggi dengan sekolah.

Baca Juga: Pemerintah OKI Gugah Kesadaran Keselamatan Transportasi Air bagi Warga Pesisir

Sementara, Ketua MGMP Sejarah Tingkat SMA Kabupaten Karawang, Drs. Ateng Rasihuddin, M. Pd mengatakan bahwa kegiatan workshop ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan atau mengupgrade pengetahuan kesejarahan dan pengajaran yang mendukung kemampuan professional guru sejarah di Karawang.

“Kerja sama antara Prodi Pendidikan Sejarah UNJ dengan MGMP Sejarah Karawang ini, perlu dilanjutkan, sekalipun tidak dalam skema pengabdian masyarakat," tutur Ateng.

Terkait dengan Toponimi, yang dijadikan tema seminar, Dr. Abrar, M.Hum menjelaskan bahwa toponimi itu ikatan yang tak terpisahkan antara tempat dengan nama yang mengungkapkan geografi fisik, budaya, sejarah dan populasi.

Baca Juga: Menanggapi Warkopi, Indro Warkop Bilang Kasihan

“Toponimi merupakan sebuah hal yang penting karena mencerminkan banyak hal di masa lalu”, tutur Abrar.

Dari sisi manfaatnya, Dr. M. Fakhruddin menyampaikan bahwa toponimi memberikan banyak manfaat sebagai sumber pembelajaran sejarah.

“Sekalipun Shakespeare mengatakan apalah artinya sebuah nama, tetapi bagi masyarakat kita, dibalik nama itu ada harapan, ada titipan dan ingatan yang terdefinisikan lewat toponimi”, tambah Fakhruddin.

Sementara itu, Humaidi, Koordinator Prodi Pendidikan Sejarah UNJ, menjelaskan secara praktis penulisan toponimi.

Baca Juga: Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Buka Klinik Apung untuk Melayani Kesehatan Masyarakat NTB: Seminar Daring

Menurut Humaedi, toponimi diambil dari sebuah nama yang melekat dalam alam pikiran masyarakat.

Topinimi menggambarkan perkembangan wilayah, dinamika sosial dan budaya yang masyarakat. Karenanya banyak topinimi mengambil nama tumbuhan (menteng, bidara, gambir), profesi (kemandoran, kemayoran, tanah kusir, pademangan), nama etnis (kampung melayu, kampung makassar, kampung bugis) serta posisi geografis (awalan ci, rawa, kidul, wetan dan sebagainya), demikian penjelasan Humaedi.

Workshop yang dikuti oleh 63 peserta yang berasal dari guru-guru sejarah SMA Se-Karawang ini, berjalan dengan penuh antusias.

Para guru sangat bersemangat mengikuti kegiatan yang kelak menghasilkan satu buku mengenai toponimi Karawang.*

Halaman:
1
2

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Juragan99 Sebut Persib Alay, Viking Meradang

Rabu, 22 Desember 2021 | 15:20 WIB
X