• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

 

Jakarta, Klikanggaran.com (09-03-2018) - Pegawai Negeri Sipil (PNS) saat ini mungkin sedang riang gembira. Karena pemerintah sedang menggodok Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Gaji, Pesiun, dan Jaminan Hari Tua (JHT) bagi PNS.

Dalam RPP tersebut, kemungkinan para PNS ini akan mendapat kenaikan gaji, dan indeks penghasilan menjadi alat ukur sebagai skema penggajian yang baru nantinya.

Terkait hal tersebut, Koordinator Analisis Center for Budget Analysis (CBA), Maghfira, mengatakan, kenaikan gaji dan atau tunjangan PNS seharusnya disesuaikan dengan kinerja mereka selama ini.

Maghfira juga mempertanyakan soal tolok ukur dalam menilai kinerja dari PNS. Karena seringkali, publik merasakan layanan kurang memuaskan yang diberikan PNS.

"Tolok ukurnya harus jelas, karena sudah menjadi rahasia umum kinerja mereka terkait pelayanan masih sangat buruk," ungkap wanita yang akrab disapa Fira itu.

Saat diwawancarai Klikanggaran.com melalui pesan singkat, Fira pun berharap agar kenaikan gaji PNS nantinya tidak mengorbankan pos anggaran lain yang sudah produktif.

"Dengan dinaikannya gaji PNS, tentunya akan menambah beban anggaran negara, jangan sampailah pos-pos anggaran yang sudah produktif jadi korban," tutup Fira.

 

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...