• Kamis, 8 Desember 2022

Aturan Baru, Sekolah Wajib Melakukan PTM Terbatas Mulai Semester Genap 2021/2022 atau Februari Tahun Depan

- Kamis, 23 Desember 2021 | 21:05 WIB
SKB Empat Menteri tentang Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 (InfoPublik.id)
SKB Empat Menteri tentang Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 (InfoPublik.id)

KLIKANGGARAN – Sekolah di semua jenjang atau satuan pendidikan mulai semester genap tahun ajaran atau tahun akademik 2021/2022 wajib melaksanakan pembelajaran tatap muka atau PTM terbatas.

Semester genap tahun ajaran 2021/2022 akan dimulai pada Februari tahun 2022. Itu artinya pada Februari tahun depan, sekolah-sekolah di seluruh Indonesia wajib melaksanakan PTM terbatas.

Kewajiban sekolah di semua satuan pendidikan melaksanaan PTM terbatas itu tertuang dalam Surat Keputusan Bersama atau SKB Empat Menteri terbaru tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

Baca Juga: Sebuah Sinetron Syuting di Lokasi Pengungsian, Relawan: Bencana Bukan Drama

SKB itu ditandatangani Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin; Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian; Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim; dan Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas.

Salah satu pertimbangan lahirnya SKB Empat menteri tersebut adalah penyebaran COVID-19 yang kian terkendali, dan didukung laju vaksinasi yang terus meningkat, serta pembatalan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 selama periode Natal dan Tahun Baru, memberikan optimisme bagi masyarakat untuk bangkit dan beraktivitas secara normal meskipun terbatas.

Baca Juga: Menag Sapu Bersih Dirjen Bimas ‘Non’, Kemenag Pastikan Bukan Kepentingan Individu atau Kelompok

Pertimbangan lain yang mendasari SKB Empat menteri adalah aktivitas sosial ekonomi sudah mulai berjalan normal; satuan pendidikan selama ini sudah mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas (PTM terbatas) dengan kapasitasnya masih beragam antara 25% - 50% dengan pengaturan hari belajar dan durasi lama belajar per harinya masih sangat terbatas.

Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim menyambut positif dukungan berbagai elemen masyarakat atas keluarnya SKB Empat Menteri ini, mengingat sudah hampir dua tahun anak-anak melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Halaman:

Editor: Muslikhin

Sumber: InfoPublik.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Program Bakti BUMN PT Pelindo Jasa Maritim Kian Terasa

Jumat, 30 September 2022 | 14:37 WIB
X