• Minggu, 28 November 2021

Soal TPST Bantargebang, Kota Bekasi Minta Pemprov DKI Kelola Sampah Menjadi Energi Terbarukan. Sanggup?

- Jumat, 24 September 2021 | 06:57 WIB
Tumpukan sampah di TPST Bantargebang (Wikipedia)
Tumpukan sampah di TPST Bantargebang (Wikipedia)


Bekasi, Klikanggaran.com - Menyebut nama tempat ini biasanya akan terbayang 'sampah'. Ya, Bantargebang! Di Bantargebang ada tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST), meskipun terletak di Kota Bekasi, tetapi milik Pemprov DKI Jakarta.

Pemerintah Kota Bekasi meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk membangun pusat pengelolaan sampah terpadu menjadi energi terbarukan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Sampah-sampah di TPST Bantargebang sudah menyerupai bukit-bukit dengan ketinggian 50 meter di area 104 hektar tersebut. Sampah-sampah itu masuk ke TPST Bantargebang sebanyak 7.400 ton setiap harinya.

Baca Juga: Jokowi Posting Foto Kaki Belepotan Pasir, Netizen: Situ Presiden Apa Figuran!

Pemprov DKI Jakarta sendiri telah melakukan pembelian lahan untuk memperluas TPST Bantargebang, sebagai salah satu upaya agar TPST Bantargebang bisa terus beroperasi, tetapi memang perlu cara alternatif yang bisa mengurangi deposit samppah itu.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, mengatakan pihaknya tengah mengkaji kembali perjanjian kerja sama terkait TPST Bantargebang. Dalam perjanjian kerja sama yang tengah dibahas bersama Pemprov DKI, Pemkot Bekasi akan turut berupaya dalam mengurangi volume sampah di lokasi tersebut.

“Di situ juga sampaikan, tanahnya juga punya DKI, kita hanya ikut bagaimana supaya deposit (sampah) itu tidak bertambah. Makanya kita minta di situ ada pusat pengelolaan sampah terpadu yang menjadi energi terbarukan,” ujar Rahmat seperti dilansir Kompas.com, Kamis (23/9).

Baca Juga: Lembaga Adat Bumi Serentak Bak Ragam Batang Hari Mengadakan Musda VII: Sedencing bak besi,Seciap bak ayam, dst

Ia mengatakan, pihaknya hati-hati mengevaluasi kelanjutan kerja sama TPST Bantargebang.

Pemkot Bekasi memang membutuhkan dana kompensasi TPST Bantargebang. Meski begitu, pihaknya juga memahami bahwa saat ini APBD Pemprov DKI Jakarta ikut terdampak pandemi.

“Kalau soal kebutuhan (anggaran) dalam kondisi sekarang ini semua juga butuh, hanya yang menghormati. Kan yang sekarang terdampak bukan DKI saja, bukan kota, APBN pun juga terdampak pandemi. Makanya kita hati-hati betul untuk mengevaluasi ini, kerja sama ini,” ujarnya.*

Apabila artikel ini menarik, mohon bantuan untuk mensharekannya kepada teman-teman Anda, terima kasih.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Sumber: kompas.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Geram! Jokowi Klaim Pernah Tegur Keras Dirut Pertamina

Senin, 22 November 2021 | 12:44 WIB

Di Mata KPK, Kemensos Adalah Kementerian yang Strategis

Selasa, 16 November 2021 | 20:03 WIB

Fatwa MUI: Perdagangan Kripto Adalah Haram

Jumat, 12 November 2021 | 16:47 WIB
X