• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (06-07-2018) – Seperti yang diketahui, PT Pertamina telah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax mulai 1 Juli lalu. Namun, perusahaan migas plat merah ini mengklaim akan memastikan ketersediaan bensin Premium yang sudah terpenuhi, sebelum menaikkan harga Pertamax.

"Premium kami penuhi dulu sampai Jawa, Madura, dan Bali. Kami penuhi semua sehingga tidak ada kelangkaan," ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati di Jakarta (2/7).

Menurutnya, pasokan Premium harus tersedia bagi masyarakat yang ingin beralih menggunakan BBM yang kualitasnya lebih rendah, akibat kenaikan harga Pertamax. Ia juga tidak mempermasalahkan adanya masyarakat yang beralih kembali mengkonsumsi Premium. 

Ia menuturkan, bila peralihan penggunaan bahan bakar adalah hak masing-masing pelanggan. Karena baginya, Pertamina telah memberikan pilihan bagi masyarakat yang peduli terhadap lingkungan dan mesin kendaraannya sendiri. Sehingga, jika masyarakat memilih mengkonsumsi Pertamax, itu karena BBM tersebut memiliki kualitas yang lebih tinggi, lebih ramah lingkungan, dan menjaga mesin kendaraan agar tetap baik.

"Tentunya, menjadi pilihan bagi pelanggan untuk turun ke kualitas yang lebih rendah, tentu ada konsekuensi terhadap kualitas kendaraan," tutur Nicke.

Pertamina sendiri memutuskan untuk menaikkan harga BBM jenis Pertamax, lantaran harga minyak dunia yang terus naik. Namun, kenaikan harga tidak dilakukan untuk Premium. Bahkan, Nicke memastikan Pertamina akan tetap menjaga pasokan Premium di Jawa, Madura, dan Bali.

"Setiap saat kita monitor, tidak akan ada kelangkaan (Premium). Jadi, diharapkan tidak ada pengaruh," ujarnya.

Sejak awal tahun 2018, Pertamax diketahui sudah mengalami kenaikan sebanyak 4  kali. Meski demikian, kenaikan tersebut masih sesuai dengan peraturan yang ada

Sejak awal tahun, harga Pertamax sudah naik empat kali. Meski begitu, kenaikannya masih sesuai dengan peraturan yang ada, yakni Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 34 Tahun 2018  tentang perubahan kelima atas Permen ESDM Nomor 34 Tahun 2014. Di mana salah satu poinnya, bahwa kenaikan BBM tidak boleh lebih dari 10 persen. Kenaikan harga itu juga masih di bawah kompetitor yang menjual BBM beroktan sama seperti PT Total Oil Indonesia dan PT Shell Indonesia.

Saat ini, harga Pertamax di Pulau Jawa dan Bali sebesar Rp9.500 per liter, dari sebelumnya yang hanya Rp8.900 per liter. Adapun data BPH Migas per 10 Juni 2018, Total menjual Performance 92 dengan harga Rp9.500 per liter. Sedangkan Shell menjual BBM beroktan 92 dengan merek Super di harga Rp9.600 per liter.

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...