• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (23-05-2018) - Sejak tahun lalu Pemerintah telah memutuskan sebanyak 12 Wilayah Kerja (WK) yang berakhir kontraknya atau terminasi untuk dikelola Pertamina. Dengan demikian, kontribusi perusahaan plat merah tersebut terhadap produksi migas nasional meningkat dari 23% pada tahun 2017 menjadi 36% pada April 2018.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi, mengatakan, sejak Januari 2017 12 blok migas terminasi diberikan ke Pertamina. Selain itu, Blok Mahakam juga tak luput dari objek migas yang akan dikelola pada awal 2018.

"12 blok migas terminasi yang telah diberikan ke Pertamina sejak tahun lalu yaitu Blok Offshore North West Java (ONWJ) pada Januari 2017, Blok Mahakam pada awal 2018, delapan blok terminasi yang diberikan April 2018 lalu (Blok Tengah, Attaka, East Kalimantan, North Sumatera Offshore, Sanga-sanga, Southeast Sumatera, Tuban, dan Ogan Komering), dan 2 blok terminasi tahun 2019 yang diberikan Mei 2018 yaitu Blok Jambi Merang dan Blok Raja/Pendopo," ungkap Agung.

Di sisi lain, Plt Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, juga menyampaikan bahwa pemberian blok terminasi turut meningkatkan kontribusi Pertamina terhadap tingkat produksi migas nasional.

"Dengan tambahan Blok Mahakam kemudian 8 WK terminasi yang diberikan, kontribusi Pertamina terhadap produksi migas nasional menjadi sekitar 36%. Dengan tambahan 2 WK lagi (blok terminasi 2019) tentu diharapkan dalam 2-3 tahun kedepan ini menjadi double capacity," ujar Nicke beberapa waktu lalu.

Per April 2018, produksi migas nasional sekitar 2,17 juta barel oil equivalen per day (boepd) termasuk produksi Pertamina sekitar 774 ribu boepd. Sedangkan pada tahun 2017, produksi migas nasional hanya mencapai sebesar 2,16 juta (boepd) termasuk produksi Pertamina sekitar 498 ribu boepd. 

Agung berharap, Pemerintah terus mendorong agar Pertamina sebagai BUMN menjadi semakin besar dan berdaya saing, sehingga mampu berkompetisi secara global. Namun, juga tetap optimal dalam melaksanakan fungsi pelayanan publik menyediakan energi secara merata di seluruh tanah air.

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...