• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (03-07-2018) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) memperkirakan, dana yang dibutuhkan dalam menjalankan Pilpres dan Pileg tahun 2019 akan lebih rendah dari Pilpres dan Pileg di tahun 2014 kemarin.

Hal itu dijelaskan oleh Arief Budiman selaku Ketua Komisi Pemilihan umum (KPU). Arief mengatakan, anggaran untuk Pilpres dan Pileg tahun 2019 diprediksi berjumlah Rp 16,8 triliun dengan pembagian Rp 10 triliun untuk tahapan awal dan Rp 6,8 triliun sisanya digunakan sebagai dana pelaksanaan Pilpres 2019 nantinya.

Jika dibandingkan dengan tahun 2014, KPU mendapatkan anggaran untuk pelaksanan Pilpres sebanyak 18 triliun.

Menurut Arief Budiman, perbedaan jumlah anggaran karena di tahun 2014 kemarin, Pilpres dan Pileg diselenggarakan di waktu yang berbeda dan menyebabkan terbaginya anggaran antara Pilpres dan Pileg. Sedangkan untuk tahun ini, Pilpres dan Pileg dilaksanakan secara serentak dalam waktu yang bersamaan. Dari hal ini dia memperkirakan anggaran yang digunakan akan lebih sedikit.

Selain itu, KPU telah merencanakan penambahan kotak suara serta memberikan upah yang layak kepada panitia dan pihak-pihak terkait yang nantinya ikut mensukseskan acara lima tahunan nanti.

Dengan kata lain, KPU ingin benar-benar memanfaatkan anggaran yang tersedia nantinya, digunakan sebaik dan se-efisien mungkin dalam melancarkan pemilu di 2019 mendatang.

Tetapi, pada dasarnya hal yang dilakukan oleh KPU ini sangatlah rentan terjadi tindak pidana korupsi. Perlunya pengawasan oleh KPK secara langsung dirasa akan sangat membantu mengantisipasi anggaran yang salah masuk kantong.

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...