• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (03-07-2018) – Tiga blok minyak dan gas bumi (Migas) yang tergabung dalam Proyek Indonesia Deepwater Development (IDD), yakni Makassar Strait, Rapat, dan Ganal, akan berakhir masa kontraknya. 

Di mana kontrak Blok Makassar Strait akan berakhir di tahun 2020, Blok Rapak di tahun 2027, dan Blok Ganal akan berakhir di tahun 2028. Pengelolaan ketiga blok tersebut, saat ini masih didominasi oleh Chevron melalui kepemilikan Paricipating Interest (PI). Misalnya saja Blok Makassar Strait, kepemilikan Chevron sebesar 72 persen, diikuiti Sinopec 18 persen, dan 10 persen sisanya Pertamina.

Oleh sebab itu, jika Pertamina berminat, Pemerintah akan memutuskan proposal yang terbaik untuk negara. Mengingat Chevron juga sudah mengajukan perpanjangan kontrak. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menawarkan IDD di Selat Makassar itu kepada PT Pertamina (Persero). Menurut Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, Pertamina juga berhak untuk ditawarkan mengelola blok migas yang akan berakhir. Apalagi, Pertamina memiliki hak kelola di tiga blok.

Adapun tawaran itu mengacu Peraturan Menteri ESDM Nomor 23 tahun 2018 tentang Pengelolaan Wilayah Kerja Minyak Dan Gas Bumi yang Akan Berakhir Kontrak Kerja Samanya. Dalam aturan tersebut,  Menteri menetapkan pengelolaan wilayah kerja minyak dan gas bumi yang akan berakhir kontrak kerja samanya dalam tiga bentuk.

Pertama, perpanjangan kontrak kerja sama oleh kontrak. Kedua, pengelolaan oleh PT Pertamina (Persero). Ketiga, pengelolaan bersama antara kontraktor dan Pertamina.

Namun, mengenai besaran hak kelola yang akan diberikan Pertamina di kontrak baru itu, Arcandra belum mau menyebutkan. Ini masih menunggu sikap dari perusahaan pelat merah tersebut.

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...