• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (05-06-2018) – Setelah terbitnya Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan Pendistribusian dan Harga Eceran BBM. 

Dalam hal ini, Pemerintah mengubah status BBM jenis Premium di wilayah (Jawa, Madura, dan Bali) Jamali dari sebelumnya umum menjadi penugasan. Dengan begitu PT Pertamina (Persero) selaku badan usaha yang ditugaskan menjual Premium penugasan wajib menyalurkan Premium di Jamali.

Kehadiran Premium di Jamali sendiri nampaknya dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat kecil. Pak Nyoto misalnya, pria berusia paruh baya tersebut begitu terbantu perekonomian keluarganya berkat adanya BBM RON 88 tersebut.

"Terbantu, Pak. Apalagi saya cuma tukang cari rumput," ungkap Nyoto kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, di SPBU Mantingan Ngawi Jawa Timur, Minggu (3/6).

Dengan bahasa Jawa Nyoto mengaku, harga jual Premium yang ditetapkan oleh Pemerintah cukup menjangkau keuangan keluarganya.

"Saya mengisi Premium karena lebih murah dibanding yang lain. Ini nanti habis ngisi Premium mau buat cari rumput," tuturnya.

Dengan kebijakan ini, diharapkan masyarakat dapat membeli BBM dengan harga yang terjangkau di tengah naiknya terus harga bahan pokok, di samping harga minyak dunia yang cenderung terus naik. 

Terakhir, karena adanya kebijakan ini, Pemerintah tahun 2018 menambah alokasi Premium untuk Pertamina dari sebelumnya hanya 7,5 juta kilo liter menjadi sebanyak 11,8 juta kl.

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...