• Minggu, 5 Desember 2021

Apakah Tuhan Benar-Benar Mengabulkan Permintaan Kita? AKu sih: Yes!

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 05:32 WIB
Ilustrasi (@Sekar_Mayang)
Ilustrasi (@Sekar_Mayang)

Denpasar, Klikanggaran.com-- Permintaan-permintaan muncul tanpa pandang waktu, tempat, atau kasta pemintanya. Akan selalu ada selama manusia masih diliputi ego. Keinginan-keinginan yang belum terpenuhi adalah bahan bakar atas doa-doa yang dilangitkan. Semua karena mereka yakin Tuhan Maha Mendengar.

Dalam kitab pun diterakan jika manusia boleh meminta apa pun dari Sang Maha. Hanya saja, apakah betul permintaan-permintaan itu dikabulkan Tuhan begitu saja? Apa benar, jika kita meminta mobil, maka esok akan ada mobil di teras rumah kita?

Terlepas dari seberapa absurdnya permintaan kita, dan Tuhan memang Maha Mendengar, ada aturan main yang perlu kita tahu. Sebab, tidak ada makan siang yang gratis.

Baca Juga: Janin Aurel Berkelamin Perempuan, Lah Kok Atta Halilintar Malahan Sedih?

Sudah jamak diketahui bahwa segala sesuatu di Semesta ini memiliki energi. Mulai dari makhluk hidup sampai benda mati, ada energi yang terkandung di dalamnya. Kayu dibakar menjadi arang yang lalu menghasilkan panas untuk mematangkan makanan. Makanan dikonsumsi makhluk hidup. Jasad makhluk hidup kembali ke tanah dan terurai semua unsurnya yang kemudian menjadi nutrisi bagi tumbuhan.

Contoh lainnya adalah peristiwa hujan. Air menguap dari segala sumber. Udara lembap berkumpul di atas, membentuk awan. Ia terbang ke tempat yang membutuhkan. Ketika massa uap air semakin berat, ia luruh. Ada yang terserap ke tanah, ada pula yang mengalir di permukaan.

Yang terserap ke tanah akan diserap oleh tumbuhan atau menjadi air tanah yang dikonsumsi manusia dan hewan. Air dalam tubuh menjadi sekresi: air mata, air susu, air seni, keringat, air liur.

Baca Juga: Mertua dan Menantu di Tasikmalaya Tewas, Kok Bisa Sih?

Yang di permukaan terkumpul di sungai, waduk, lalu berakhir di samudra. Yang berkumpul di waduk tentu akan digunakan untuk banyak keperluan. Pembangkit listrik, pengairan sawah dan lahan tanam lain, diolah menjadi air layak pakai, atau keperluan pembudidayaan ikan.

Energi berputar, membentuk siklus, dan akan selalu seperti itu. Sebab, energi adalah kekal. Ia tidak bertambah, tidak pula berkurang. Ia hanya berubah bentuk. Maka, sebagai bukti ungkapan “tidak ada makan siang yang gratis”, permintaan-permintaan kita membutuhkan energi agar terwujud.

Tuhan jelas tidak memiliki nomor kontak manajer penjualan mobil agar memberikan produknya kepada si peminta. Tuhan nggak pegang cash, Bro, apalagi kartu kredit. Pun, Tuhan enggan mengurusi hal remeh seperti itu. Yang perlu Tuhan lakukan adalah menggerakkan manusia agar mengusahakan mobilnya sendiri. Dengan cara apa? Tentu saja dengan energi.

Baca Juga: Nadiem Tulis Surat untuk Guru Honorer yang Rumahnya Diinapi Mas Menteri, Siapa dan Kenapa Ya?

Energi berlimpah ruah di Semesta ini. Yang perlu kita lakukan adalah menyerapnya melalui napas. Kok napas? Ya, sebab napas adalah hidup. Makhluk yang bernapas adalah makhluk yang hidup, harfiah maupun kiasan. Ini teori yang sudah harusnya terhafalkan di luar kepala.

Oksigen terserap tubuh, membuat otak dapat berpikir, lalu menemukan cara untuk menghasilkan uang. Menghasilkan uang di sini pun mungkin saja memerlukan banyak tahapan. Dan, menghasilkan uang bukan melulu berdagang barang.

Energi baik tentu menghasilkan vibrasi baik. Itulah yang akan menarik hal-hal atau orang-orang baik tertuju padamu. Ungkapan “orang baik dikelilingi orang baik” atau “orang jahat dikelilingi orang jahat” bukanlah isapan jempol. Jadi, semisal kamu berdoa ingin makan seblak, percayalah, ada proses panjang sampai seblak itu ada di tanganmu. Dan, di tiap tahapannya, ada energi.

Baca Juga: SD IT atau SD Negeri? Ketika Orang Tua Harus Memilih Pendidikan Dasar

Sebaliknya, jika kamu merasa keinginanmu tak kunjung terwujud, cek saja aktivitasmu selama ini. Apakah kamu benar-benar bernapas, atau sekadar menghirup udara tanpa “nyambat” energinya?

Terkadang banyak hal yang tidak kita sadari telah memblokir energi atau vibrasi baik yang seharusnya terserap dengan mudahnya. Misalnya saja karena terlalu memikirkan kemungkinan-kemungkinan buruk yang tentu saja belum pasti terjadi. Maka, buanglah segala yang buruk di pikiran dan mulailah menyerap yang baik. Bernapaslah. Sekian.***

Apabila artikel ini menarik, mohon bantuan untuk men-share-kannya kepada teman-teman Anda, terima kasih.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tren Tanaman Hias: Kaktus

Kamis, 2 Desember 2021 | 21:11 WIB

Cerita Mistis: Membongkar Misteri di Balik JIMAT

Kamis, 2 Desember 2021 | 20:52 WIB

Kuliner Halal Ubud: Warung Jhabu, Pulang ke Rumah Emak!

Selasa, 30 November 2021 | 21:51 WIB

Nasi Bogana, Kuliner khas Cirebon atau Tegal?

Jumat, 19 November 2021 | 16:55 WIB

Mike Tyson 'Tantang' Racun Kodok, KO?

Jumat, 19 November 2021 | 15:30 WIB

Temukan Passionmu dengan Tiga Cara Ini!

Selasa, 16 November 2021 | 17:34 WIB

Wingko Babat : Ternyata Sejarahnya Bukan Asli Semarang

Sabtu, 13 November 2021 | 21:26 WIB
X