• Kamis, 9 Desember 2021

Bagaimana Hukum Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dalam Islam? Ini Penjelasannya

- Senin, 27 September 2021 | 06:05 WIB
Saat menaikkan bendera diiringi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya (pixabay/mufidpwt)
Saat menaikkan bendera diiringi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya (pixabay/mufidpwt)

Syaikh Abdul Aziz bin Baaz Rahimahullah berkata:

الْأَنَاشِيدُ تَخْتَلِفُ فَإِذَاكَانَتْ سَلِيمَةً لَيْسَ فِيهَا إِلَّا الدَّعْوَةُ إِلَى الْخَيْرِ وَالتَّذْكِيرُ بِالْخَيْرِ وَطَاعَةِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالدَّعْوَةِ إِلَى حِمَايَةِ الْأَوْطَانِ مِنْ كَيْدِ الْأَعْدَاءِ وَالِاسْتِعْدَادِ لِلْأَعْدَا، ونَحْوِ ذَلِك ، فَلَيْسَ فِيْهَا شَيْء . أَمَّا إِذَا كَانَ فِيهَا غَيْرُ ذَلِكَ مِنْ دَعْوَةٍ إِلَى الْمَعَاصِي وَاخْتِلَاطِ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ أَوْ تَكْشُّفِهِنَّ عِنْدَهُمْ أَوْ أَيَّ فَسَادٍ كَانَ فَلَا يَجُوزُ اسْتِمَاعُهَا .[ رَاجِعْ هَذِهِ الْفَتْوَى فِي شَرِيطِ أَسْئِلَةٍ وَ أَجْوِبَةُ الْجَامِعِ الْكَبِيرِ ، رَقْمُ : 90 / أ
“(Hukum) Nasyid itu berbeda-beda.

Jika nasyid tersebut benar, tidak ada di dalamnya kecuali ajakan pada kebaikan dan peringatan pada kebaikan dan ketaatan kepada Allah dan RasulNya, serta ajakan kepada pembelaan kepada tanah air dari tipu daya musuh, dan menyiapkan diri melawan musuh, dan yang semisalnya, maka tidak apa-apa. Ada pun jika di dalam nasyid tidak seperti itu, berupa ajakan kepada maksiat, campur baur antara laki-laki dan wanita, atau para wanita membuka auratnya, atau kerusakan apa pun, maka tidak boleh mendengarkannya.” (Lihat fatwa ini dalam kaset tanya jawab, Al Jami’ Al Kabir, no. 90/side. A)

Syaikh Wahbah Az Zuhaili Rahimahullah mengatakan:

وأقول: إن الأغاني الوطنية أو الداعية إلى فضيلة، أو جهاد، لا مانع منها، بشرط عدم الاختلاط، وستر أجزاء المرأة ما عدا الوجه والكفين. وأما الأغاني المحرضة على الرذيلة فلا شك في حرمتها

ِAku katakan: bahwa lagu-lagu kebangsaan atau lagu yang mengajak kepada keutamaan, atau jihad, tidaklah terlarang, dengan syarat tidak ada ikhtilat (campur baur laki-laki dan perempuan), dan kaum wanita menutup tubuhnya kecuali wajah dan kedua telapak tangan. Ada pun lagu-lagu yang mendorong kejelekan maka tidak ragu lagi keharamannya.

(Al Fiqh Al Islami wa Adillatuhu, jilid. 4, hal. 2666)

Demikian. Wallahu a'lam.

Apabila artkel ini menarik, mohon bantuan untuk mensharekannya kepada teman-teman Anda, terima kasih.

 

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menjemput Ajal Bersama Nyai Sampur

Rabu, 8 Desember 2021 | 16:50 WIB

Ustaz Zacky Mirza Kecelakaan Lalu Lintas

Senin, 6 Desember 2021 | 13:34 WIB

Tren Tanaman Hias: Kaktus

Kamis, 2 Desember 2021 | 21:11 WIB

Cerita Mistis: Membongkar Misteri di Balik JIMAT

Kamis, 2 Desember 2021 | 20:52 WIB

Kuliner Halal Ubud: Warung Jhabu, Pulang ke Rumah Emak!

Selasa, 30 November 2021 | 21:51 WIB
X