• Minggu, 28 November 2021

Rumi, Putra Afganistan, Karya-karyanya Memberi Inspirasi hingga Kini

- Minggu, 19 September 2021 | 18:55 WIB
Rumi, Putra Afganistan, Karya-karyanya Memberi Inspirasi hingga Kini (dok. bincangsyariah.com)
Rumi, Putra Afganistan, Karya-karyanya Memberi Inspirasi hingga Kini (dok. bincangsyariah.com)

Klikanggaran.com-- Secara luas dianggap sebagai salah satu penyair bahasa Persia terbesar, Jalal al-Din Muhammad Balkhi, yang kemudian dikenal sebagai Rumi, lahir pada September 1207, di provinsi Balkh, Afghanistan.

Putra seorang sarjana agama, Rumi sendiri adalah seorang ahli hukum Islam dan Sufi yang setia, dengan banyak puisi puitisnya ditujukan untuk memahami sifat Tuhan.

Rumi meninggalkan Balkh bersama keluarganya di usia muda untuk melarikan diri dari penindasan Mongol yang menyerang Asia Tengah, akhirnya tinggal di Irak, Suriah, dan Turki modern di berbagai titik.

Seiring bertambahnya usia, Rumi belajar di sekolah yurisprudensi Sunni Hanafi dan kemudian pindah ke Konya di Turki, di wilayah yang kemudian dikenal sebagai Rum, di mana ia bekerja sebagai guru.

Baca Juga: Ini Mah Putri Spiderman: Anak Perempuan yang Bisa Memanjat Dinding Rumah Tanpa Bantuan Apa Pun!

Penyair banyak dibaca dalam tata bahasa Arab dan narasi dikaitkan dengan Nabi Muhammad, serta mata pelajaran sekuler seperti sejarah, filsafat dan astronomi.

Studinya membuatnya mendapatkan julukan mawlana, yang berarti "tuan kami", varian yang masih digunakan untuk merujuk padanya sampai sekarang.

Puisi Rumi mengeksplorasi tema yang beragam dan kadang-kadang dimaksudkan sebagai instruksi spiritual dan di lain waktu sebagai hiburan.

Serta pengabdian kepada Tuhan, persaudaraan semua manusia dan penolakan keberadaan duniawi. Ada juga syair yang didedikasikan untuk temannya Shams Tabrizi, seorang mistikus.

Baca Juga: Santri Tutup Telinga Atas Suara Musik, Stigmatisasi yang Salah Sasaran

Karya-karyanya memiliki dampak yang signifikan terhadap perkembangan sastra Turki, Persia dan Asia Selatan, dan ayat-ayat aslinya terus dibaca baik dalam bahasa Persia, Turki, dan Arab aslinya, maupun dalam terjemahan.

Hari ini karya Rumi telah mencapai arus utama dengan terjemahan yang tersedia secara luas di toko-toko buku di seluruh Barat, karyanya dibacakan oleh Madonna, membantu Chris Martin dari Coldplay melewati perceraiannya dengan aktris Gwyneth Paltrow, dan muncul sebagai kutipan inspirasional di media sosial.

Tren ini bukannya tanpa kritik, dengan Muslim dan sarjana sastra Persia menuduh seniman barat dan penerjemah menghapus referensi Islam dalam karya-karya Rumi dan mengubah pengabdian kepada Tuhan menjadi puisi romantis.

Rumi meninggal di Konya pada bulan Desember 1273, dalam usia 66 tahun, dan pemakamannya dihadiri ribuan orang termasuk penganut agama lain. Sebuah kuil di atas makamnya tetap menjadi daya tarik populer bagi para penyembah dan turis.*

Apabila artikel ini menarik, mohon perkenannya untuk menshare artikel ini kepada teman-teman Anda, terima kasih.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Sumber: Middle East Eye

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nasi Bogana, Kuliner khas Cirebon atau Tegal?

Jumat, 19 November 2021 | 16:55 WIB

Mike Tyson 'Tantang' Racun Kodok, KO?

Jumat, 19 November 2021 | 15:30 WIB

Temukan Passionmu dengan Tiga Cara Ini!

Selasa, 16 November 2021 | 17:34 WIB

Wingko Babat : Ternyata Sejarahnya Bukan Asli Semarang

Sabtu, 13 November 2021 | 21:26 WIB

Waspadai Gejala Stres pada Anak

Jumat, 12 November 2021 | 07:48 WIB

Sate Maranggi: Kelezatan Rasa dan Akar Sejarahnya

Kamis, 11 November 2021 | 17:10 WIB

Seperti Apakah Orang yang Menyandang Sebutan Kaya?

Senin, 8 November 2021 | 08:59 WIB

Benarkah Bijih Emas Bisa Didapatkkan di Sungai?

Minggu, 7 November 2021 | 15:09 WIB

Mengenali dan Mengilmukan Sifat-Sifat Rasulullah Saw

Sabtu, 6 November 2021 | 08:45 WIB
X