• Minggu, 5 Desember 2021

Kabar Gembira Nih Vaksin Moderna Covid Menghasilkan Respons Kekebalan yang Tahan Lama

- Kamis, 16 September 2021 | 10:13 WIB
Respon vaksin Moderna lebih lama (Instagram/arikusdiyana)
Respon vaksin Moderna lebih lama (Instagram/arikusdiyana)

Klikanggaran.com-- Sebuah penelitian yang dipublikaksikan di jurnal Science menemukan bukti bahwa vaksin Moderna menghasilkan kekebalan yang mampu bertahan hingga enam bulan dan tidak ada indikator bahwa orang yang divaksinasi memerlukan suntikan penguat.

Penelitian itu juga mencatat bahwa titik waktu enam bulan ini sangat penting karena saat itulah memori kekebalan sejati yang dihasilkan vaksi Moderna telah terbentuk.

Para peneliti juga ngatakan bahwa vaksin Moderna Covid-19 menyebabkan respons imun dan antibodi yang kuat selama setidaknya enam bulan setelah peserta uji klinis divaksinasi sepenuhnya, kemungkinan respons imun bisa bertahan lebih lama.

Baca Juga: Ridwan Kamil: Bed Occupancy Rate (BOR) Jawa Barat Sudah Satu Digit 9,3 Persen, Tetap Jaga Prokes

Hasil penelitian vaksin Moderna itu juga menunjukkan bahwa memori kekebalan yang kuat ini bertahan di semua kelompok umur yang diuji, termasuk pada orang di atas usia 70 tahun, demografi yang sangat rentan terhadap Covid-19 yang parah.

"Memori kekebalan stabil, dan itu mengesankan. Itu indikator yang baik dari daya tahan vaksin mRNA," kata Shane Crotty, seorang profesor di La Jolla Institute for Immunology (LJI) di AS, sebagaimana dilansir India Today.

Para peneliti membandingkan pasien Covid-19 yang pulih dengan peserta uji coba vaksin yang menerima dosis 25 mikrogram vaksin Moderna selama uji klinis fase 1.

Baca Juga: Turun-Naik Level PPKM di Kabupaten Purwakarta, dari 4 kembali ke 2, Kok Bisa?

"Kami ingin melihat apakah seperempat dosis mampu menginduksi respon imun," kata penulis pertama studi Jose Mateus Trivino, seorang rekan postdoctoral di LJI.

"Kami berkesempatan untuk menerima sampel dari peserta uji coba Moderna fase 1 asli yang telah menerima dua suntikan vaksin 25 mikrogram, dengan selang waktu 28 hari," kata Trivino.

Dosis vaksin ini adalah seperempat dari dosis 100 mikrogram Moderna yang diberikan otorisasi darurat oleh Food and Drug Administration (FDA) AS.

Baca Juga: Satgas Yonif 512 QY Bagikan Masker kepada Warga Perbatasan

Sementara para peneliti tidak tahu apakah dosis yang lebih kecil ini sama efektifnya dengan dosis standar, penelitian menunjukkan bahwa respon sel T dan antibodi pada kelompok dosis yang lebih kecil masih kuat.

Mereka menemukan bahwa vaksin Moderna memacu respons imun adaptif terhadap protein lonjakan SARS-CoV-2 yang hampir identik dengan respons sistem kekebalan terhadap infeksi alami.

Virus corona menggunakan protein lonjakan untuk masuk dan menginfeksi sel.

"Responnya sebanding. Tidak lebih tinggi dan tidak lebih rendah," kata Asisten Peneliti LJI Profesor Daniela Weiskopf.

Baca Juga: PT PIL Distribusikan Unit Pertashop ke Wilayah Provinsi Bali

Studi ini juga menunjukkan kekuatan sel T "reaktif silang", sel kekebalan yang memicu respons antibodi yang lebih cepat dan lebih baik.

Para peneliti menemukan bahwa orang dengan sel T reaktif silang memiliki respons antibodi yang lebih kuat secara signifikan terhadap kedua dosis vaksin.

"Jika Anda memiliki reaktivitas kekebalan ini, sistem kekebalan Anda dapat menyerang lebih cepat terhadap virus. Dan beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa seberapa cepat sistem kekebalan bereaksi adalah kuncinya," tambah para peneliti.*

Apabila Anda pikir bahwa teman Anda akan tertarik dengan artikel ini, mohon kesediaannya untuk men-share kepadanya, terima kasih.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Sumber: India Today

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tren Tanaman Hias: Kaktus

Kamis, 2 Desember 2021 | 21:11 WIB

Cerita Mistis: Membongkar Misteri di Balik JIMAT

Kamis, 2 Desember 2021 | 20:52 WIB

Kuliner Halal Ubud: Warung Jhabu, Pulang ke Rumah Emak!

Selasa, 30 November 2021 | 21:51 WIB

Nasi Bogana, Kuliner khas Cirebon atau Tegal?

Jumat, 19 November 2021 | 16:55 WIB

Mike Tyson 'Tantang' Racun Kodok, KO?

Jumat, 19 November 2021 | 15:30 WIB

Temukan Passionmu dengan Tiga Cara Ini!

Selasa, 16 November 2021 | 17:34 WIB

Wingko Babat : Ternyata Sejarahnya Bukan Asli Semarang

Sabtu, 13 November 2021 | 21:26 WIB
X