• Senin, 24 Januari 2022

Bogor: Bukan Hanya Iwan Simatupang, tetapi Juga Umar Machdam

- Rabu, 8 September 2021 | 22:08 WIB
Buku Umar Machdam Dramawan Bogor (Facebook/OdiS)
Buku Umar Machdam Dramawan Bogor (Facebook/OdiS)

Tambun Selatan, Klikanggaran-- Sebelum-sebelumnya apabila kota Bogor dikaitkan dengan sastrawan, saya langsung teringat pada Iwan Simatupang.

Iwan pernah tinggal di Hotel Salak, Bogor untuk jangka waktu yang cukup lama, antara 4 hingga 9 tahun. Persisnya berapa tahun, entahlah.

Tapi, ketika saya mendapat kiriman buku pdf dari Odi Shalahuddin, ternyata secara tidak langsung sebetulnya Odi sedang menawari saya alternatif selain Iwan Simatupang, yaitu Umar Machdam, jika membahas Bogor.

Mungkin, sebab saya "kurung batok" kata orang Sunda, artinnya kurang luas pergaulannya, sehingga nama Umar Machdam cukup asing bagi saya.

Baca Juga: Keren! Aplikasi Dolan Mas Sajikan Informasi Kepariwisataan Banyumas

Padahal, Umar Machdam dikenal berbagai tokoh besar dalam dunia teater atau film, dan mereka yang berada di jalur akademi dan birokrasi. Itu bisa dibaca di buku yang disusun Odi dengan judul Umar Machdam: Dramawan Bogor ketika mereka menyampaikan kesaksian mereka atas kiprah atau pribadi Umar Machdam yang mereka kenal dan ketahui.

Namun, Umar Machdam mengenal Iwan Simatupang, pun sebaliknya Iwan mengenal Umar Machdam. Sebagaimana diceritakan oleh M. Ryana Veta bahwa ketika Iwan tinggal di Hotel Salak, Studi Teater Bogor akan mementaskan drama Pangeran Wiraguna karya Mochtar Lubis seringlah kelompok itu meminta konsumsi kepada Iwan. Juga ada catatan bahwa Ryana Veta dan Umar Machdam menemani Iwan mengobrol padahal Iwan baru pulang opname.

Dari daftar karya Umar Machdam, saya kira ada perbedaan cukup jauh dengan Iwan Simatupang. Umar Machdam lebih relijius dalam karya-karya drama yang dipentaskannya, sebaliknya Iwan memegang erat paham eksistesialisme.

Baca Juga: Klub-klub Liga Premier Inggris Terancam Sanksi FIFA jika Mengizinkan Pemainnya Membela Tim Nasional

Siapakah Umar Machdam?

Dalam buku itu disebutkan bahwa Umar Machdam dikenal sebagai salah satu sosok yang berpengaruh penting terhadap kehidupan dunia teater di kota Bogor pada periode 1960-1970-an.

Dia kuliah di Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI) yang ditempuhnya pada tahun 1964-1968.

Dia mulai bersentuhan dengan dunia film pada tahun 1964, dimulai dengan menjadi figuran dalam film “Anak-anak Revolusi” yang disutradarai oleh Usmar Ismail, dan kemudian terlibat dalam berbagai produksi film baik sebagai pemain, tim produksi ataupun asisten sutradara.

Baca Juga: Seekor Ayam dan 4 Bocah Jadi Korban Hasrat Seksual Pemuda Lapuk di Tasikmalaya

Kelompok teaternya, yaitu Studi Teater Bogor, merupakan salah satu kelompok di luar Jakarta yang memiliki agenda rutin untuk mengisi mata acara sandiwara di TVRI. Saat itu, TVRI adalah satu-satunya stasiun televisi yang ada di Indonesia.

Selanjutnya Umar Machdam kerap terlibat dalam berbagai acara sandiwara/fragmen/drama TVRI, baik bersama Studi Teater Bogor ataupun dengan berbagai kelompok lainnya,termasuk pernah terlibat dalam sandiwara serial “Keluarga Marlia Hardi” dan sandiwara boneka “Unyil”.

Dia pernah menulis skenario film dan setidaknya 30 naskah panggung dan sandiwara televisi, yang sayangnya tidak ada satu arsip-pun yang tersimpan.

Baca Juga: Mandi Sipangkar Tantang Kuasa Hukum Chevron Buktikan Kebenaran Syarat Formil Gugatan LPPHI ke Lapangan

Pada akhirnya, Umar Machdam pernah pula mengajar di Institut Pertanian Bogor dan Pondok Pesantren Darul Falah. Pada tahun 1984 hingga akhir hayatnya di tahun 1996, ia berhenti dari seluruh kegiatan kesenian.

Untuk sementara, cukup itu saja yang bisa saya tuliskan. Saya sedang mengunyah-nguyah bagian karya-karya Umar Machdam yang menjadi bagian dalam buku tersebut.

Akhir kata, kerja Odi menyusun buku tentang ayahnya tersebut sangat luar biasa, dan bisa diberikan apresiasi setinggi-tinggi. Terima kasih atas kiriman bukunya, tapi lebih terima kasih lagi sebab saya dikenalkan dengan Umar Machdam.*

Apabila Anda pikir bahwa teman Anda akan tertarik dengan artikel ini, mohon kesediaannya untuk men-share kepadanya, terima kasih.

Halaman:
1
2
3

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bisakah Manusia Bahagia Tanpa Susah Payah?

Jumat, 21 Januari 2022 | 11:00 WIB

Keanu Go Public, Apakah Keanu Punya Pacar?

Senin, 10 Januari 2022 | 10:04 WIB
X