• Selasa, 24 Mei 2022

Cerpen: Pangeran Cinta

- Selasa, 30 November 2021 | 19:44 WIB
Ilustrasi cerpen Pangeran Cinta (Dok.klikanggaran.com/Blackrose)
Ilustrasi cerpen Pangeran Cinta (Dok.klikanggaran.com/Blackrose)

"Hanya kamu yang seolah ingin membenarkan perselingkuhan dan penghianatan ini. Mama juga ingin memiliki pembenaran dan maaf untuk papamu, tapi Mama tetap tidak mengizinkan kamu datang berkunjung ke rumah Papamu yang baru," sergah perempuan itu, lalu menyudahi perdebatan dan meninggalkan Titan sendiri di kamarnya.

Pemandangan yang sungguh sangat menyiksa bagi Titan, melihat mamanya pergi dengan isak dan kekecewaan yang tak lagi disembunyikan. Kedua orang tua yang berdiri di dua tempat dan keduanya menuntut pembenaran. Masing-masing tidak ingin beristirahat sejenak menengok ke kedalaman hati, agar dapat melihat apakah masih ada cinta yang selalu ingin memberi di sana?

Titan bertanya pada dirinya sendiri, di saat pedih menerkam, mengapa cinta lantas disingkirkan begitu saja? Kamar itu menjadi lebih hening dari sebelumnya. Benar-benar senyap.

~

Baca Juga: Menteri BUMN Erick Thohir Dilantik sebagai Anggota Banser, Ini Ungkapan Selamat dari KKB 66

"Mengapa aku jadi ragu dengan pernikahan ini, ya?" Ramda bergumam sambil menatap Titan, berharap gadis itu bisa sedikit membenarkan keinginannya. Berharap gadis itu dapat menyelamatkannya dari apa yang tiba-tiba tak diinginkannya.

"Ragu?" tanya Titan heran.

Ramda masih menatapnya dengan sinar semakin membuai hati yang sedang kering. Titan masih menatap heran, berusaha menahan dan memadukan nyeri pun sakit menjadi nikmat. Tak ingin berharap apa pun.

"Semakin lama aku semakin merasa cocok denganmu, Titan. Aku merasakan semakin jauh dari calon istriku. Padahal perkawinan kurang dua bulan lagi. Menurutmu, apa yang akan terjadi jika rencana ini aku batalkan?"

"Menurutmu sendiri bagaimana?"

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Puisi : Menjadi Kartini

Kamis, 21 April 2022 | 07:18 WIB

Fabel : Kisah Amora, Ayam yang Belajar Ikhlas

Kamis, 7 April 2022 | 07:39 WIB

CERPEN: Aku Tunggu di Hotel Sekarang!

Minggu, 13 Maret 2022 | 07:47 WIB

CERPEN: Aku Kehilangan Diriku Sendiri

Selasa, 1 Maret 2022 | 14:44 WIB

CERPEN: Taman Langit

Selasa, 1 Maret 2022 | 10:46 WIB

Puisi Malam yang Sakit

Jumat, 28 Januari 2022 | 21:11 WIB

Cerpen Ramli Lahaping: Segitiga Pembunuhan

Jumat, 21 Januari 2022 | 12:34 WIB

CERITA ANAK: Kerang untuk Damar

Minggu, 9 Januari 2022 | 16:11 WIB

CERPEN: Dekap Hangat yang Selamanya

Sabtu, 1 Januari 2022 | 11:43 WIB

Tiga Puisi Karya ALfi Irsyad Ibrahim

Jumat, 24 Desember 2021 | 18:52 WIB

Cerbung: Kabut Pembatas Dua Hati

Minggu, 19 Desember 2021 | 13:29 WIB

Cerbung Kabut Pembatas Dua Dunia

Jumat, 17 Desember 2021 | 20:05 WIB

Cerbung: Tanda Cinta di Wajah Pias

Rabu, 15 Desember 2021 | 18:28 WIB

Cerbung: Wajah Pias dalam Pelukan

Selasa, 14 Desember 2021 | 21:26 WIB

Cerbung: Tirai Hitam di Hati Venerose

Kamis, 9 Desember 2021 | 18:06 WIB

Cerbung: Tirai Hitam di Antara Dua Hati

Kamis, 9 Desember 2021 | 17:40 WIB

Puisi untuk Sahabat

Kamis, 9 Desember 2021 | 16:52 WIB

Puisi: Aku Adalah

Kamis, 9 Desember 2021 | 16:32 WIB

Puisi: Jeritan Malam

Minggu, 5 Desember 2021 | 22:31 WIB

Cerbung Samudra Ingin Kembali

Minggu, 5 Desember 2021 | 16:28 WIB
X