• Selasa, 30 November 2021

Puisi Cevi Whiesa Manunggaling Hurip.

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 07:35 WIB
Ilustrasi (Ilustrasi by Moy)
Ilustrasi (Ilustrasi by Moy)

NGANTOR BARENG


Di awal bulan, rasaku ngantor di percakapan itu
Mendiskusikan surat perjanjian program ke depan
Setelah rampung kita tandatangani komitmen
Lalu mendeklarasikan rasa di setiap panggung waktu

2021

 
ARTI DAN PERTEMUAN

Arti kemarinmu terlalu sempit untuk rinduku
Yang tak cukup waktu
Sekedar duduk di bangku kafe dan minum kopi
Arti rinduku
Ingin memecahkan pandangan matamu
Di ruang redup dan menari di tepi danau surga

2021

 Baca Juga: Kasus Pemerkosaan Anak oleh Ayah Kandung di Luwu Timur: Terjadi Peradangan di sekitar Alat Kelamin dan Dubur

KOMPOSISI

Kita ini terbuat dari malam akhir pekan
Saat rindu tak punya tempat singgah
Asik nongkrong di angkringan
Bulan dan bintang pun bertemu
Selanjutnya menjadi hari-hari

2021


RUANG KEMBALI

Kucari kamu di ruang masa lalu
Lampau aku kembali pada waktu
Pada kursi yang biasa kita duduki
Dan beranda tempat melihat senja

Pada akhirnya aku kembali lagi
Melihatmu; bayang ruai malam ini
Coretan dinding ruang kenangan
Ruang rekontruksi tak bertepi

2021

 
PENGASINGAN MALAM

Rindu ranumku kalut oleh kenangan;
Tahun-tahun jauh, harap, dan semoga
Waktu menjadikannya prasasti berlumut

Pikirku kini ruang pengasingan
Dari lengkung alis dan merah lipstik
Yang menjadikan sejarah darah rindu

2021

Baca Juga: Perjalanan Dinas Anggota DPRD Muara Enim Capai Rp55,6 Miliar Per Tahun?

Puisi ini karya Cevi Whiesa Manunggaling Hurip.

Cevi Whiesa Manunggaling Hurip lahir dan tinggal di Tasikmalaya. Puisinya dimuat di berbagai media online, yang terbaru di Haripuisi.id dan Inskripsi.com . Kumpulan puisi pertamanya berjudul Setia Ialah Farhatun terbit tahun 2020 (langgam pustaka). Selain menulis, aktif sebagai dalang wayang golek, penyiar di Radio Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, mengajar kesenian di beberapa madrasah, juga aktif di sanggar seni.
WA: 085875687313

 

 

Halaman:

Editor: Muslikhin

Sumber: Puisi Cevi Whiesa Manunggaling Hurip.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Surat Bersampul Hitam

Senin, 29 November 2021 | 12:10 WIB

Puisi Ingin Kau Tahu

Senin, 29 November 2021 | 11:37 WIB

Cerpen Batu Cinta

Sabtu, 27 November 2021 | 13:07 WIB

Novel Melukis Langit 11, Luka di Atas Luka

Rabu, 24 November 2021 | 20:47 WIB

CERPEN: Sapu Jagat

Kamis, 18 November 2021 | 06:13 WIB

Cerpen: Perjalanan Hati

Selasa, 16 November 2021 | 21:51 WIB

Hari Ayah dan Kado Cerpen Sang Ratu

Jumat, 12 November 2021 | 12:32 WIB

Novel Melukis Langit 9, Gadis di Pangkuannya

Kamis, 11 November 2021 | 21:55 WIB

Novel Melukis Langit 8, Bersenggama dengan Laut

Kamis, 11 November 2021 | 19:41 WIB

Novel Melukis Langit 7, Cintanya Ditelan Laut

Kamis, 11 November 2021 | 19:06 WIB

Novel Melukis Langit 6, Kenyataan Pahit

Senin, 8 November 2021 | 19:24 WIB

Novel Melukis Langit 5, Perselingkuhan

Minggu, 7 November 2021 | 21:16 WIB

Novel Melukis Langit 4, Keputusan

Minggu, 7 November 2021 | 19:42 WIB

Novel Melukis Langit 3, Pertemuan

Jumat, 5 November 2021 | 20:36 WIB

Novel Melukis Langit 2, Gumpalan Awan Hitam

Jumat, 5 November 2021 | 18:10 WIB

Novel Melukis Langit 1, Memeluk Prahara

Jumat, 5 November 2021 | 14:37 WIB

PUISI: Pahlawan Itu

Kamis, 4 November 2021 | 09:59 WIB
X