• Jumat, 21 Januari 2022

Secret Door

- Minggu, 3 Oktober 2021 | 15:50 WIB
ilustrasi (sekar_mayang)
ilustrasi (sekar_mayang)

"Tidak ada apa-apa, Em. Aku hanya tidak ingin Simon tahu soal penugasan ini. Sebab, aku tahu, ia akan menuduhku pilih kasih. Meskipun, yah, pada akhirnya ia akan tahu juga nanti, hanya saja tidak sekarang. Tidak, aku sedang malas bicara dengannya akhir-akhir ini."

Sebuah pembuka yang panjang. Bukan khas David, tetapi aku bisa memahami. Simon sudah terlalu sering merepotkan dan menghabiskan kesabaran David.

"Di kotamu sedang berlangsung festival budaya," lanjut David. "Aku tahu, aku punya kontributor di sana, tetapi aku ingin kamu yang membuat liputannya. Kamu bisa berangkat besok dengan pesawat pertama. Kemarin aku sudah bicara dengan Gwen untuk mengurus tiketmu."

Sesuatu yang hangat sekaligus dingin merayap pelan dari ujung kakiku. Sneakers yang kupakai seolah-olah lenyap entah ke mana dan aku hanya menapaki lantai rumput mahaluas. Aku tahu hawa sejuk di ruangan ini berasal dari mesin penyejuk di langit-langit, hanya saja pengharum yang terpasang adalah aroma lemon, bukan aroma tubuh Dez.

Segala sesuatu setelah David selesai bicara tampak seperti gerakan otomatis. Aku nyaris mati rasa, nyaris kehilangan orientasi ruang dan waktu. Selama berjalan kembali ke mejaku, kaki-kaki ini seperti tidak menjejak lantai kantor. Saat aku duduk, memejam sebentar, aku seperti terbangun di ruang lain. Ruang yang hanya berbatas horison jingga di kejauhan. Dan, meskipun tidak terdengar suara apa pun, aku tahu seseorang sedang memanggilku. Kurasakan dalam hati, kupahami dalam kesadaran.

Aku melihat Dez.***

 

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cerpen Ramli Lahaping: Segitiga Pembunuhan

Jumat, 21 Januari 2022 | 12:34 WIB

CERITA ANAK: Kerang untuk Damar

Minggu, 9 Januari 2022 | 16:11 WIB

CERPEN: Dekap Hangat yang Selamanya

Sabtu, 1 Januari 2022 | 11:43 WIB

Tiga Puisi Karya ALfi Irsyad Ibrahim

Jumat, 24 Desember 2021 | 18:52 WIB

Cerbung: Kabut Pembatas Dua Hati

Minggu, 19 Desember 2021 | 13:29 WIB

Cerbung Kabut Pembatas Dua Dunia

Jumat, 17 Desember 2021 | 20:05 WIB

Cerbung: Tanda Cinta di Wajah Pias

Rabu, 15 Desember 2021 | 18:28 WIB

Cerbung: Wajah Pias dalam Pelukan

Selasa, 14 Desember 2021 | 21:26 WIB

Cerbung: Tirai Hitam di Hati Venerose

Kamis, 9 Desember 2021 | 18:06 WIB

Cerbung: Tirai Hitam di Antara Dua Hati

Kamis, 9 Desember 2021 | 17:40 WIB

Puisi untuk Sahabat

Kamis, 9 Desember 2021 | 16:52 WIB

Puisi: Aku Adalah

Kamis, 9 Desember 2021 | 16:32 WIB

Puisi: Jeritan Malam

Minggu, 5 Desember 2021 | 22:31 WIB

Cerbung Samudra Ingin Kembali

Minggu, 5 Desember 2021 | 16:28 WIB

Cerbung: Samudra di Lautan Malas

Minggu, 5 Desember 2021 | 13:06 WIB

Puisi: Tepian Asmara

Sabtu, 4 Desember 2021 | 12:20 WIB

Cerbung: Cicak Merayap di Dinding

Sabtu, 4 Desember 2021 | 12:08 WIB

Puisi: Pulau Asmara

Sabtu, 4 Desember 2021 | 11:33 WIB

Cerbung: Cicak Jatuh di Halaman

Sabtu, 4 Desember 2021 | 11:19 WIB

Puisi: Biruku

Kamis, 2 Desember 2021 | 18:04 WIB
X