• Senin, 18 Oktober 2021

Cenayang Bukit Mawar 1

- Jumat, 24 September 2021 | 16:55 WIB
Cenayang Bukit Mawar (Dok.klikanggaran.com/KR)
Cenayang Bukit Mawar (Dok.klikanggaran.com/KR)

Rasa ini menggelepar indah,
tatkala kabut menyatu dengan mimpi,
dalam keheningan diiringi kuduk menari lembut
cenayang buta berlari ke bukit mawar.

Aku bisa lupa siapa diriku,
tapi aku tak akan lupa siapa pemilik diriku,
di keheningan malam aku selalu bertemu dengan-Nya
cenayang buta bersembunyi di bukit mawar.

Rinduku tak pernah berbalas,
biarlah dan malam ini Dia datang penuhi rinduku,
menyatukan rasa yang tak pernah ada dalam rasaku sejenak lalu
kau memupuk luka untuk cenayang buta di bukit mawar.

Cintaku terasa sia-sia olehnya di lembah itu,
dan malam ini Dia mencintaiku lebih dari aku mencintai-Nya,
lalu rasa itu menutup katup hati yang lama menganga terburai luka.

Baca Juga: Pemkab Batang Hari Sebaiknya Perhatikan Ini, Agar Layanan Berbasis Elektroniknya Inovatif

Suara lantunan doa terdengar dari surau. Konon surau itu milik salah seorang kyai yang disegani di kota kecil itu. Halamannya luas, begitu pula dengan serambinya. Pada momen-monen khusus halaman surau itu akan penuh dengan mobil para pejabat dari kota besar. Konon pula, tak lama lagi surau itu akan dibangun menjadi sebuah masjid mewah.

Arimbi melangkah agak cepat sambil menunduk memasuki halaman surau. Dia memeluk tas kecil berisi mukena. Terlihat di belakangnya Menur, sahabatnya, setengah berlari mengejar langkah Arimbi dari belakang. Setelah dekat Menur menepuk pundak Arimbi perlahan sambil tersenyum jenaka.

Arimbi menoleh sekilas, lalu balas tersenyum sambil terus berjalan. Sambil berbincang keduanya berjalan beriringan menuju pintu masuk surau. Suara adzan mulai terdengar. Orang-orang makin ramai berdatangan menuju surau.

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

CERPEN: Menunggu Kereta

Minggu, 17 Oktober 2021 | 20:23 WIB

PUISI : Cappucino Pagi

Minggu, 17 Oktober 2021 | 07:06 WIB

PUISI: Melukis dalam Doa dan Harapan

Minggu, 17 Oktober 2021 | 07:03 WIB

Puisi Cevi Whiesa Manunggaling Hurip.

Rabu, 13 Oktober 2021 | 07:35 WIB

PUISI: Sekisah Cappucino

Selasa, 12 Oktober 2021 | 07:34 WIB

CERPEN: Pertemuan Kedua

Minggu, 10 Oktober 2021 | 18:53 WIB

PUISI: Rembulan Menangis

Minggu, 10 Oktober 2021 | 08:18 WIB

PUISI: Aku Akan Menangis Lain Kali

Sabtu, 9 Oktober 2021 | 20:21 WIB

Kita Membutuhkan Kata Saling

Kamis, 7 Oktober 2021 | 13:57 WIB

Guru Berdaster

Rabu, 6 Oktober 2021 | 15:42 WIB

Secret Door

Minggu, 3 Oktober 2021 | 15:50 WIB

Lelaki Air Mata Ikan

Rabu, 29 September 2021 | 20:18 WIB

Cenayang Bukit Mawar 2

Sabtu, 25 September 2021 | 21:57 WIB

Cenayang Bukit Mawar 1

Jumat, 24 September 2021 | 16:55 WIB

Khutbah Angin

Rabu, 22 September 2021 | 21:07 WIB

Hijab: Hanya Cerita Pendek

Rabu, 22 September 2021 | 09:47 WIB

Ternyata Kau Bukan Lelaki

Selasa, 21 September 2021 | 22:07 WIB

Pelangiku untuk Gaza

Selasa, 21 September 2021 | 08:22 WIB

Kopi Sore dan Timbunan Cinta Enam

Selasa, 14 September 2021 | 21:46 WIB

Kopi Sore dan Timbunan Cinta Lima, Rumah Kaca

Senin, 13 September 2021 | 21:05 WIB
X