• Senin, 15 Agustus 2022

Dua Gelas Kisah Bagian Sebelas

- Sabtu, 11 September 2021 | 05:45 WIB
Dua Gelas Kisah (Dok.klikanggaran.com/Sekar)
Dua Gelas Kisah (Dok.klikanggaran.com/Sekar)

“Kita memang tidak pernah tahu, Ru, apa alasan seseorang menyukai sesuatu … atau seseorang lainnya.”

Itu benar. Dijelaskan segamblang apa pun, mungkin aku tidak akan bisa menerima alasan Yuna memilih lelaki itu. Perempuan, makhluk luar biasa di mataku, punya jalan pikiran yang luar biasa pula. Kerap tidak masuk nalar, tetapi kerap pula tepat sasaran. Mungkin, Yuna merasa nyaman dengan Dean. Mungkin, Dean bisa memberi Yuna sesuatu yang aku tak sanggup melakukannya. Mungkin, mereka memang ditakdirkan menjadi pasangan.

Entah.

“Kamu selalu bilang bahwa Tuhan memberi apa yang kita butuhkan,” kata Moy lagi, “bukan apa yang kita inginkan.”

Benar lagi.

Baca Juga: Perlindungan Maksimal pada Masyarakat, Presiden Pastikan Vaksinasi Terus Bergulir

“Mungkin, saat itu, kamu memang butuh Yuna dalam hidupmu. Lalu, tiba saatnya Yuna butuh Dean dalam hidupnya.” Moy menatapku dengan mata sipitnya. “Kita tidak pernah tahu rencana Tuhan, Ru. Apa aku pernah menyangka kita akan kembali dipertemukan dengan kondisi seperti ini? Tidak, aku tidak pernah menginginkan bertemu denganmu. Aku selalu ingin bertemu Chris, meskipun lelaki itu sering meninggalkan luka.”

Luka. Hal yang aku benci dari hidup ini. Semarah apa pun diri ini, sebisa mungkin tidak menorehkan luka di hati orang lain. Namun, sayangnya, Yuna berhasil membuatnya satu untukku.

“Sekali lagi, Ru, aku tidak pernah menginginkan kita bertemu, tetapi itu terjadi. Dan, ketika pertama kali aku melihat wajahmu lagi, aku tidak pernah menduga bahwa benar kamu yang akan menyelamatkanku. Saat itu aku merasa tidak butuh diselamatkan, tidak butuh uluran tangan orang lain untuk membuatku pulih dari luka. Akan tetapi, rupanya Tuhan beranggapan tugasku di dunia ini belum selesai.”

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Puisi : Menjadi Kartini

Kamis, 21 April 2022 | 07:18 WIB

Fabel : Kisah Amora, Ayam yang Belajar Ikhlas

Kamis, 7 April 2022 | 07:39 WIB

CERPEN: Aku Tunggu di Hotel Sekarang!

Minggu, 13 Maret 2022 | 07:47 WIB

CERPEN: Aku Kehilangan Diriku Sendiri

Selasa, 1 Maret 2022 | 14:44 WIB

CERPEN: Taman Langit

Selasa, 1 Maret 2022 | 10:46 WIB

Puisi Malam yang Sakit

Jumat, 28 Januari 2022 | 21:11 WIB

Cerpen Ramli Lahaping: Segitiga Pembunuhan

Jumat, 21 Januari 2022 | 12:34 WIB

CERITA ANAK: Kerang untuk Damar

Minggu, 9 Januari 2022 | 16:11 WIB

CERPEN: Dekap Hangat yang Selamanya

Sabtu, 1 Januari 2022 | 11:43 WIB

Tiga Puisi Karya ALfi Irsyad Ibrahim

Jumat, 24 Desember 2021 | 18:52 WIB

Cerbung: Kabut Pembatas Dua Hati

Minggu, 19 Desember 2021 | 13:29 WIB

Cerbung Kabut Pembatas Dua Dunia

Jumat, 17 Desember 2021 | 20:05 WIB

Cerbung: Tanda Cinta di Wajah Pias

Rabu, 15 Desember 2021 | 18:28 WIB

Cerbung: Wajah Pias dalam Pelukan

Selasa, 14 Desember 2021 | 21:26 WIB

Cerbung: Tirai Hitam di Hati Venerose

Kamis, 9 Desember 2021 | 18:06 WIB

Cerbung: Tirai Hitam di Antara Dua Hati

Kamis, 9 Desember 2021 | 17:40 WIB

Puisi untuk Sahabat

Kamis, 9 Desember 2021 | 16:52 WIB

Puisi: Aku Adalah

Kamis, 9 Desember 2021 | 16:32 WIB

Puisi: Jeritan Malam

Minggu, 5 Desember 2021 | 22:31 WIB

Cerbung Samudra Ingin Kembali

Minggu, 5 Desember 2021 | 16:28 WIB
X