• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

sumsel

  • Palembang, Klikanggaran.com (20-04-2018) - Jangan terkejut jika anda melintas di jalanan umum di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) dan menjumpai banyak angkutan milik perusahaan melenggang bebas di sepanjang jalan nasional yang menghubungkan Kota Palembang - Muara Enim. Pasalnya pemandangan tersebut sudah biasa terjadi di wilayah Sumsel.

    Lebih parah lagi, mobil yang berasal dari sejumlah perusahaan yang ada di wilayah Sumsel itu, terkesan tak memikirkan keselamatan pengguna jalan lainnya. Seperti yang terjadi pada Kamis (19/04/18) nampak puluhan angkutan kayu yang bermuatan tonase besar melenggang bebas di siang bolong di jalan lintas Indralaya - Palembang.

    Bahkan terlihat kayu yang diangkut oleh mobil jenis tronton tersebut, nampak ingin lepas lantaran diduga masih minimnya penggunaan safety.

    Syerin Apriandi, selaku Ketua LSM Mersi, saat dikonfirmasi Klikanggaran.com Jumat (20/04/18) menyayangkan masih banyaknya angkutan kayu milik sejumlah perusahaan berkeliaran bebas di jalanan umum. Apalagi hal tersebut, menurutnya sudah terjadi bertahun-tahun di wilayah Sumsel, tapi tanpa ada solusi yang konkrit dari pihak perusahaan.

    "Jalan umum di Sumsel ini seakan tak ada aturan lagi. Mungkin pasnya jangan dinamakan jalan nasional, tapi kita sebut saja jalan milik perusahaan saja," kritik Syerin.

    Dijelaskan Syerin, baik angkutan batubara maupun angkutan mobil kayu semuanya sudah memakai jalan umum dan ini sudah terjadi bertahun-tahun tanpa solusi.

    "Percuma kita cemooh, kita kritik, dan dicaci maki oleh warga. Hal itu, seakan menjadi angin lalu. Semua pihak terkait terkesan tutup mata," cetus Syerin kesal.