• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Palembang

  •  

    Palembang, Klikanggaran.com (15-03-2018) - Dari dokumen yang dimiliki Klikanggaran.com, semasa Bupati H Herman Deru menjabat di tahun 2013, telah terjadi dugaan kesalahan penganggaran sebesar Rp9.399.498.450,00 di Pemkab Oku Timur.

     Dimana diketahui, pada tahun 2013 Oku Timur menganggarkan Belanja Daerah sebesar Rp1.122.558.467.464,00 dengan realisasi sebesar Rp1.084.185.752.101,16 atau 96,58%.

     Data yang dimiliki klikanggaran.com mengindikasikan, pada belanja barang dan jasa serta belanja modal di 11 SKPD terdapat kesalahan penganggaran sebesar Rp9.399.498.450,00. Kesalahan tersebut terdiri dari berbagai satuan SKPD, di antaranya :

    1. Kesalahan penganggaran Belanja Barang dan Jasa yang seharusnya Belanja Pegawai pada Dinas Pendidikan sebesar Rp35.200.000,00.

     

    2. Kesalahan penganggaran Belanja Barang dan Jasa seharusnya Belanja Modal pada Dua SKPD sebesar Rp346.200.000,00 yakni pada Dinas Tenaga kerja, Transmigrasi, dan Dinas Peternakan dan Perikanan.

     

    Dan yang tak kalah mencengangkan, dugaan kesalahan penganggaran Belanja Modal, seharusnya Belanja Barang dan Jasa pada sembilan SKPD lainnya sebesar Rp9.018.098.450,00.

  • Palembang, Klikanggaran.com (29-03-2018) - Jembatan Ampera dengan ciri khasnya yang sangat terkenal di Sumatra Selatan bahkan hingga diluar negeri itu, sekarang jadi perbicaraan hangat warga Kota Palembang atas berdirinya bangunan jembatan Light Rail Transit (LRT) yang keberadaannya sangat berdekatan.

    Bangunan Proyek LRT yang memakan dana Rp 10,9 triliun melalui dana APBN ini, terlintang panjang melintasi Sungai Musi sejajar di samping jembatan Ampera dengan jarak beberapa meter, hingga pada pandangan jembatan Ampera terkenal tersebut terhadang pemandangannya.

    Menurut pengunjung Ampera, ketika ditanya, hal tersebut menyayangkan keberadaan LRT  yang terlalu dekat Ampera.

    "Dulu, pemandangan Ampera tak seperti sekarang, semenjak dibangun LRT yang jalurnya melintasi Sungai Musi, jaraknya dengan jembatan terlalu berdekatan. Jembatan Ampera tak terhalang memang kalau dilihat dari Banteng Kuta Besak (BKB) Palembang. Tapi, kalau dilihat dari arah seberang, pandangan jembatan Ampera terhalang, jadi kurang indah lagi," terang Pria yang tidak mau disebutkan namanya.

    Ia menambahkan, “Jadi, menurut saya itu terlalu dekat, Palembangkan terkenal banget dengan jembatan ini, banyak yang dari luar datang hanya untuk melihat jembatan Ampera. Tapi pandangan itu tidak seperti dulu, dulukan gak ada apapun di sampingnya," pungkasnya.

  • Palembang, Klikanggaran.com (18-04-2018) - Akhir-akhir ini banyak pembangunan proyek infrastruktur di Kota Prabumulih yang terkesan mengecewakan dan mencuat di permukaan publik. Misalnya saja beberapa proyek baik konstruksi dan jalan, yang dikritisi oleh LSM NCW beberapa waktu yang lalu.

    Di antaranya adalah pengerjaan Islamic Center, lampu penerangan jalan lingkar tenaga surya yang hanya beroperasi 6 bulan, serta pembangunan Gor Kota Prabumulih di jalan lingkar yang menelan dana sudah hampir 100 milyar, namun hingga sekarang tak kunjung selesai. Belum lagi soal pelebaran jalan dan marka trotoar jalan dalam kota yang sudah menghabiskan sekitar 40 milyar, tetapi kualitas di lapangan dinilai sangatlah buruk. Jika sebentar turun hujan sudah seperti kolam ikan dan ini sudah dikeluhkan oleh beberapa warga, dikarenakan semenjak itu dikerjakan sering terjadi banjir.

    Juga Balai Adat di Dusun Prabumulih, tugu selamat datang Kota Prabumulih yang dibangun dengan nilai 1,9 M yang tidak efektif dan tidak selesai. Pasar Gunung Ibul dan taman Gunung Ibul yang menggunakan uang rakyat hingga milyaran rupiah. Gedung serbaguna Tanjung Taman, tugu nanas yang hancur, pasar modern 1 yang kualitasnya tidak baik dan banjir, pasar modern 2 yang tidak jelas status dan kualitasnya.

    Selain itu, dokumen yang dimiliki klikanggaran.com menunjukkan, pada Tahun Anggaran 2016 diketahui ada sebanyak 20 item pekerjaan pada Dinas PUPR Kota Prabumulih yang berindikasi terdapat permasalahan. Di antaranya yaitu :

    1) Pembangunan gedung latihan kesenian Kota Prabumulih

    2) Pembangunan gedung serba guna Tanjung Raman

    3) Pembangunan gedung serba guna pemotongan hewan Mangga Besar

    4) Rehab kantor Lurah Tanjung Raman 

    5) Pembangunan pasar Inpres Kota Prabumulih

    6) Pembangunan drainase Muara Dua

    7) Pembangunan jalan ke Masjid Al-Istiqomah di Jalan Beringin RT.02 RW.03 Kelurahan Anak Petai

    8) Pembangunan Jalan Talang Batu 

    9) Pembangunan Jalan Jungai-Rambang Senuling

    10) Pembangunan Jalan Desa 3 Karya Mulya

    11) Pembangunan Jalan Anak Petai-Halan Sungai Medang

    12) Pembangunan Jalan Lego Anak Petai

    13) Pembangunan jalan dari SMA 6 sampai dengan Perkantoran BBI Kec. Cambai

    14) Pembangunan jalan SP. Air Mancur-RM Siang Malam

    15) Pembangunan jalan di Perumahan Bunda Asri Kelurahan Muara Dua Kecamatan Prabumulih Timur

    16) Pembangunan jalan lingkungan RT 04 RW 03 Kelurahan Gunung Ibul Barat 

    17) Pembangunan Jalan Prabumulih Utara (DAK)

    18) Pembangunan Jalan H. Najib RT.01 RW.01 Kelurahan Gunung Ibul

    19) Pembangunan jalan SP Sumatera – SP jalan Lingkar

    20) Pembangunan jalan SP Rel KA Patih Galung–Tugu Nanas

    Penyebab bobroknya berbagai proyek infrastruktur di Kota Prabumulih tersebut, sumber klikanggaran.com menunjukkan, diduga kuat karena keterbatasan dan kemampuan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki. Serta dalam hal kompetensi terdapat beberapa Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) yang ada di SKPD belum memiliki kompetensi yang memadai dalam kegiatan pengadaan barang/jasa.

    Dimana masih kurangnya pemahaman PPTK terhadap rencana kerja dan syarat-syarat dalam pelaksanaan kegiatan pengadaan barang dan jasa.

  • Palembang, Klikanggaran.com (20-04-2018) - Jangan terkejut jika anda melintas di jalanan umum di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) dan menjumpai banyak angkutan milik perusahaan melenggang bebas di sepanjang jalan nasional yang menghubungkan Kota Palembang - Muara Enim. Pasalnya pemandangan tersebut sudah biasa terjadi di wilayah Sumsel.

    Lebih parah lagi, mobil yang berasal dari sejumlah perusahaan yang ada di wilayah Sumsel itu, terkesan tak memikirkan keselamatan pengguna jalan lainnya. Seperti yang terjadi pada Kamis (19/04/18) nampak puluhan angkutan kayu yang bermuatan tonase besar melenggang bebas di siang bolong di jalan lintas Indralaya - Palembang.

    Bahkan terlihat kayu yang diangkut oleh mobil jenis tronton tersebut, nampak ingin lepas lantaran diduga masih minimnya penggunaan safety.

    Syerin Apriandi, selaku Ketua LSM Mersi, saat dikonfirmasi Klikanggaran.com Jumat (20/04/18) menyayangkan masih banyaknya angkutan kayu milik sejumlah perusahaan berkeliaran bebas di jalanan umum. Apalagi hal tersebut, menurutnya sudah terjadi bertahun-tahun di wilayah Sumsel, tapi tanpa ada solusi yang konkrit dari pihak perusahaan.

    "Jalan umum di Sumsel ini seakan tak ada aturan lagi. Mungkin pasnya jangan dinamakan jalan nasional, tapi kita sebut saja jalan milik perusahaan saja," kritik Syerin.

    Dijelaskan Syerin, baik angkutan batubara maupun angkutan mobil kayu semuanya sudah memakai jalan umum dan ini sudah terjadi bertahun-tahun tanpa solusi.

    "Percuma kita cemooh, kita kritik, dan dicaci maki oleh warga. Hal itu, seakan menjadi angin lalu. Semua pihak terkait terkesan tutup mata," cetus Syerin kesal.

  • Palembang, Klikanggaran.com (28-03-2018) - Dear Alex Noerdin, Gubernur Palembang.

    Lex, ini jalan provinsi di OKI, tepatnya di Desa Muara telang, Kecamatan Teluk Gelam. Semenjak kamu duduk sebagai Gubernur, sekalipun tak pernah kau bangun jalan ini, hanya tambal sulam seolah kain usang. Itu pun saat mendekati pilkada datang.

    Lex, kami bangga Palembang kau buat mendunia, tapi tahukah engkau, bahwa kami selalu menjerit dan menangis. Saat musim kemarau debunya dihisap anak istri kami, saat penghujan jadi sawah dadakan.

    Lex, jelas kamu tak mungkin tahu jalan ini karena kamu sekalipun tak pernah melaluinya.

    Lex, tolong sudahi derita ini, tolong jangan kau hilangkan bangga kami atas prestasimu di kota dengan menghancurkan hati kami di desa.

    Lex, aku turut berduka atas meninggalnya ibunda mertua, tapi tak sedalam dukaku atas derita kami karena jalan berlobang ini.

    Begitulah tulis akun Facebook seperti dilansir salah satu grup Pilkada Sumsel, Kamis (29/03/18).

    Sontak status pada akun Facebook yang diketahui milik Harun Darmala tersebut mengundang ratusan komentar, ada yang pro dan kontra.

    "Maklum sibuk cuy jadi lupa sama yang di daerah," tulis Akun facebook Adybahagia.

    "Wawwww alangkah sedihnyo ey tinggal di daerah itu," sahut Akun facebook Andi karnizi.

    "Sepuluh tahun lagi dak terbenar pak makmano nak duo Tahun. biarkanlah orang mau ngomong dengan kepedihannya. Masalah etika itu nanti, kan bapak juga saya tidak merasakannya. Coba kalau keadaan ini terjadi pada kita aku rasa sama," ujar akun Facebook Bherin umar.

    "Iyo lur derita kamu akan diatasi oleh Dodi Reza Alex Noerdin. Insya Allah Lur dalam program Dodi Reza Alex Noerdin 2 Tahun bisa. Dodi akan menyelesaikan masalah jalan di Sumsel dalam waktu 2 Tahun. Untuk itu, mari kita beri dukungan dan doa pada Dodi Reza Alex Noerdin dalam Pilgub Sumsel 2018 ini, semoga Dodi bisa memimpin Sumsel 5 tahun kedepan dan bisa menyelesaikan jalan di Sumsel," tulis akun Facebook Andi martha.

    "Aduh mak kasihan nian jalan ini. Mungkin dulu Alex Noerdin dak masuk jalan ini. Jadinyo dia ndak Tau kalu sudah jadi kualalumput..aduh kasihan jo," tulis Akun Gabbala Al Tariko.

  • Jakarta, Klikanggaran.com (28/9/2017) - Mantan Walikota Palembang, Romi Herton, akhirnya harus tutup usia saat masih menjalanin pidana penjara dalam kasus suap Pilkada Palembang. Kematian Romi Herton disebabkan adanya serangan jantung, dan meninggal dunia pada Kamis pagi sekitar pukul 01.30 WIB.

    Untuk diketahui, Romi Herton masuk penjara karena terbukti mempengaruhi putusan perkara permohonan keberatan hasil pemilihan kepala daerah atau pilkada Kota Palembang yang sedang ditanganin oleh Mahkamah Konstitusi. Pengaruh yang dilakukan yaitu dengan cara memberikan uang sebesar Rp 14,1 miliar dan USD.316.700 kepada Hakim Konstitusi, M Akil Mochtar.

    Mendengar kabar kematian Romi Herton ini, jadi ingat lembaga Mahkamah Konstitusi (MK) yang sepertinya gampang dipengaruhi oleh duit. Padahal, anggaran untuk kebutuhan MK selalu dipenuhi oleh negara. Tentu, sumber duitnya berasal dari pajak rakyat.

    Ke depan, semoga saja Mahkamah Konstitusi tidak begitu gampang dipengaruhi oleh yang namanya duit. Karena pada anggaran tahun 2017, untuk sewa kendaraan operasional pejabat saja, Mahkamah Konstitusi akan menghabiskan anggaran sebesar Rp3.431.914.000.

    Anggaran sebesar Rp 3,4 miliar ini hanya untuk sewa kenderaan roda empat 2000 cc sampai 3400 cc. Dan, anggaran sebesar ini untuk menyewa kendaraan bagi pejabat Mahkamah Konstitusi, dinilai publik hanya buang-buang anggaran negara.

    “Sangat tidak berguna,” cetus seorang wakil publik yang tidak ingin disebutkan namanya.