• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

ahok

  • Jakarta, Klikanggaran.com (03/01/2017) - Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor (PP GP Ansor), H. Yaqut C. Qoumas, mengatakan bahwa Barisan Ansor Serba guna (Banser) siap jika dikomando untuk menjemput Basuki Tjahaya Purnama (Ahok).

    Gus Yaqut, sapaan akrab H. Yaqut C. Qoumas menyatakan, Ahok harus menemui K.H. Ma’ruf Amin secara langsung untuk meminta maaf, bukan hanya melalui media.

    "Banser siap untuk menjemput Bapak Basuki supaya minta maaf kepada guru kami (KH Ma’aruf Amin)," kata Yaqut di Jakarta, Kamis (02/02/2017).

    Gus Yaqut menyesalkan sikap Ahok yang kurang beretika terhadap Rais Aam PBNU dalam persidangan hari Selasa lalu. Harusnya permintaan maaf disampaikan oleh Ahok secara langsung dengan menemui K.H. Ma’ruf Amin, bukan malah gembar-gembor lewat media.

    "Minta maaf (langsung) apa beratnya sih?" sesalnya.

    Gus Yaqut menghimbau agar Ahok segera menemui Ketua MUI untuk meminta maaf secara langsung, karena cara seperti itulah etika yang baik dalam budaya kita.

    "Minta maaf (langsung) saja, itu menurut saya jauh lebih terhormat, daripada mengirim utusan," pungkasnya.

  • Jakarta, Klikanggaran.com (04/03/2017) - Pilkada DKI Jakarta dipastikan kembali akan digelar. Ada dua pasangan cagub-cawagub yang akan kembali bertarung yaitu Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

    Komisioner KPU DKI, Dahlia Umar, mengatakan, bahwa salah satu calon gubernur yaitu Ahok diharuskan cuti dari jabatannya. Sebab, perihal tersebut adalah ketentuan undang-undang.

    "Iya, (Ahok harus cuti) kalau menurut ketentuan perundang-undangan, UU nomor 10 (UU 10/2016). Kampanye mengharuskan petahana untuk cuti. Kita kembalikan lagi kepada undang-undang saja," ujar Dahlia Umar, Sabtu (4/3/2017).

    Dahlia menambahkan, KPU DKI akan melakukan pendataan ulang Daftar Pemilih Tetap (DPT).

    "Masalah daftar pemilih, meski tidak ada dalam peraturan KPU, karena kebutuhan penataan DPT penting, kami ingin menambahkan pendaftaran pemilih, perbaikan DPT. Akan segera ditentukan dalam waktu dekat. Itu kami lakukan pendaftaran pemilih kita atur supaya mereka yang punya hak pilih bisa diakomodir di putaran ke dua," jelas Dahlia.

     

  • Jakarta, Klikanggaran.com, (4/01/2017) - Terdakwa kasus dugaan penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama, selesai menjalani sidang di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, pada Selasa (3/1/2017) malam.

    Saat itu, penasihat hukum terdakwa penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama, menyebut satu saksi yang dihadirkan jaksa di persidangan memiliki hubungan dengan lawan politik kliennya di Pemilihan Kepala Daerah DKI 2017. Saksi yang dimaksud penasihat hukum adalah Gus Joy.

    Tim penasihat hukum Ahok mengatakan, Gus pernah menjadi koordinator advokat rakyat yang mendukung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni.

    Ahok sempat memberikan keterangan pers kepada wartawan. Pada kesempatan itu, Ahok menyinggung kembali sejumlah saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang.

    Namun, pernyataan tersebut sangat memojokkan pasangan calon AHY, dan para fans AHY tidak terima dengan hal itu. Lontaran kata dan kritik pedas pun digelontarkan untuk Ahok dari Ketua Agus Fans Club (AFC), Jakarta Timur, Dewa Made.

    Dewa mengatakan, tidak ada sangkut pautnya sidang penistaan agama dengan tersangka Basuki Tjahja Purnama alias Ahok dengan Pilkada DKI. Pemikiran yang picik menyangkutpautkan dengan sidang tersebut.

    "Bagi saya, apa yang dilakukan seorang Ahok adalah murni karena mulut Ahok sendiri. Dan, dasarnya apa serta dari mana kok bisa-bisanya mendiskriditkan atau menyudutkan paslon yang saya dukung?" ujar Dewa Made, Ketua Korwil AFC Jakarta Timur, Rabu (4/1/2017).

    "Kami, khususnya relawan Agus Fans Club Jakarta Timur selalu menjaga norma-norma yang telah diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan yang ada," lanjutnya.

    Dewa juga mengatakan, dia mengajak semua pihak untuk berpikir secara objektif dalam mencerna sebuah permasalahan dan jangan mencampur adukkan permasalahan murni hukum yang dialami oleh pasangan calon (paslon) nomor urut 2 dengan urusan Pilkada DKI.

    "Masalah hukum biarkan hukum berjalan sesuai aturan yang ada. Politik ya biarkan Pilkada ini berjalan dengan tertib dan aman, jangan malah membuat kegaduhan dengan opini-opini yang tidak benar," tutupnya.

     

  • Jakarta, Klikanggaran.com (23/11/2017) - Soal pangkas memangkas anggaran, ternyata Anies tidak kalah sadis dengan Gubernur sebelumnya. Namun, tentunya dengan selera yang berbeda, karena lain Anies lain Ahok. Demikian penilaian bergulir di ruang publik setelah mengetahui kebijakan-kebijakan anggaran yang dikeluarkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

    Publik menilai, sikap Anies seperti ingin menunjukkan, kalau program kegiatan yang disusunnya tidak semuanya melambung alis naik angka anggarannya. Maka, Gubernur berdarah campuran Arab dan Sunda Kuningan ini memangkas beberapa program kegiatan dalam rancangan APBD 2018.

    Berdasarkan pantauan klikanggaran.com, satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang cukup banyak dipangkas anggaran kegiatannya adalah Dinas Sumber Daya Air, dan yang paling besar salah satunya terkait kegiatan pembangunan prasarana kali/sungai dan kelengkapannya sistem aliran timur.

    Sebelumnya Dinas Sumber Daya Air mengajukan pagu anggaran untuk kegiatan pembangunan prasarana kali serta kelengkapannya sebesar Rp227.192.623.036. Namun, berdasarkan hasil pembahasan skala prioritas pada 4 November 2017, dilakukan pengurangan anggaran untuk lokasi kali Sentiong. Pemprov DKI berdalih daerah tersebut sulit diakses alat berat.

    Maka, dipangkaslah anggaran untuk program tersebut sebesar Rp90.713.981.952 menjadi Rp136.478.641.084. Bagaimana, Pak Anies tidak kalah sadis kan, dengan gubernur lama?