• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (13-03-2018) - Maraknya kuitansi bodong di lingkungan pejabat daerah memperlihatkan masih lemahnya iman pejabat dan masih haus akan uang rakyat. Bagaimana tidak, sebanyak 2.630 bukti pertanggungjawaban sebesar Rp2.548.510.790,00 pada 32 SKPD atau satuan kerja pernagkat daerah Pemerintahan Kabupaten Madiun berindikasi tidak riil alias bodong dan merugikan daerah.

Dan, itu terjadi pada tahun anggaran 2016. Dari laporan yang diperoleh Klikanggaran.com, dari seluruh kuitansi pembayaran yang ditunjukkan terdapat beberapa kuitansi pembayaran yang bukan merupakan kuitansi atau nota pembayaran yang dikeluarkan oleh toko atau usahanya, bukan stempel yang dikeluarkan oleh toko/usahanya, bukan tanda tangan dan tulisan yang dilakukan oleh toko/usahanya.

Nota atau kuitansi, tanda tangan, dan stempel, tidak sama dengan nota atau kuitansi, tanda tangan, dan stempel asli yang selama ini pemilik toko/usaha keluarkan sebagai bukti pembelian.

Bahkan, yang lebih parah lagi, bukti kuitansi dan stempel memang asli, namun pemilik toko mengaku tidak pernah terjadi penjualan barang kepada SKPD tersebut.

Hal ini memperlihatkan kuitansi bodong sudah sering terjadi dalam belanja barang maupun jasa di lingkungan pemerintah daerah khususnya di Pemkab Madium. Ironisnya, hampir seluruh SKPD melakukan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.

Meski seluruh SKPD sudah melakukan penyetoran sebesar Rp 2,5 miliar tersebut, tapi menurut publik, tindakan pidananya tidak boleh hilang begitu saja. Harus ada sanksi dan tindakan tegas dari aparat hukum.

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...