• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Palembang, Klikanggaran.com (24-06-2018) - Setelah kasus dana aspirasi DPRD Sumsel yang belum dipertanggungjawabkan sebesar Rp114.853.700.000, kasus hibah motor P3N tahun 2013 yang diduga merugikan keuangan Negara sebesar Rp18.500.000.000 dan dana hibah wartawan yang merugikan keuangan negara sebesar Rp14.565Miliar.

Penyidik Kejagung juga terus menyidik kasus hibah untuk BKPRMI atau remaja masjid, yang oleh Richard Cahyadi Cs, selaku Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Sumatera Selatan tahun 2012-2013 dipotong (cashback) atau ditarik kembali dari realisasi dana hibah kepada BKPRMI Provinsi Sumatera Selatan tahun 2013 sebesar Rp2.740.000.000,- (Dua miliar tujuh ratus empat puluh juta rupiah)." Demikian dikatakan Koordinator Perkumpulan Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) Wilayah Sumatera Bagian Selatan Ir Amrizal Aroni MT, Minggu (24/06/18)

Menurutnya hal itu didasarkan pada temuan pemeriksaan auditor Negara atas pengelolaan dan pertanggungjawaban belanja bantuan sosial dan hibah tahun anggaran 2011 s/d semester 1 tahun anggaran 2013 pada pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Nomor 54/LHP/XVIII.PLG/2015 tanggal 10 Agustus 2015 halaman 80 sampai dengan halaman 83.

Penggiat anti korupsi yang selalu berbicara di media berdasarkan atas data, yang di masa mudanya dikenal sebagai aktivis HMI Yogyakarta yang kritis dan berintegritas di tahun 1985-1990, menuturkan, bahwa dana cashback tersebut termasuk bagian dari LHP auditor Negara atas laporan keuangan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Untuk tahun anggaran 2013 Nomor 32.C/LHP/XVIII.PLG/06/2014 tanggal 14 Juni 2014. Dimana penerima dana hibah dari BKPRMI ke Biro Kesra, yakni :

1) Tanggal 01/03/2013 Richard Cahyadi dengan jumlah Rp1.000.000.000

2) Tanggal 11/03/2013 M David Rp650.000.000

3) Tanggal 09/04/2013 Richard Cahyadi Rp500.000.000

4) Tanggal 14/05/2013 Suwadi Rp125.000.000

5) Tanggal 14/05/2013 Suwadi Rp200.000.000

6) Tanggal 28/05/2013 Heni Susiana Rp100.000.000

7) Tanggal 20/09/2013 Richard Cahyadi Rp15.000.000

8) Tanggal 20/09/2013 Richard Cahyadi Rp150.000.000

“Suatu hal yang sangat menyakitkan hati masyarakat Sumatera Selatan, di saat warga Provinsi Sumatera Selatan semakin bergairah untuk beribadah. Malah uang dana hibah dari uang rakyat APBD Sumsel 2013 tersebut dipotong secara tidak tertib administrasi," ucap Amrizal Aroni dengan nada sedih.

Melihat sangat tidak wajarnya pemotongan dana hibah untuk remaja masjid, maka secara kelembagaan Koordinator Perkumpulan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) H. Boyamin Saiman telah melayangkan surat Nomor 099/MAKI/V/2018 tanggal 3 Mei 2018 kepada Jaksa Agung Republik Indonesia untuk menetapkan mereka yang terlibat dalam tindak pidana korupsi dana hibah BKPRMI sebagai tersangka. Termasuk Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Richard Cahyadi yang saat ini menjabat Pjs Walikota Prabumulih," tutup Amrizal Aroni.

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...