Pembelian Impor Masker N95 oleh PT RN Mengakibatkan Beban Selisih Kurs dan Kekurangan Penerimaan

- Minggu, 5 Juni 2022 | 08:07 WIB
masker 3 M N95 1860 (tigaem.com)
masker 3 M N95 1860 (tigaem.com)

Pembatalan pesanan masker 3M N95 dilakukan Pertamina pada tangal 16 Mei
2020 karena PT RN dianggap tidak dapat menyampaikan pesanan sesuai waktu yang ditetapkan dalam PO, yaitu tanggal 25 April 2020. Atas hal tersebut, selain dilakukan pemutusan kontrak, PT RN dikenakan denda keterlambatan dan cost of money oleh PT Pertamina.

Keenam, PT RN Tidak Mengurangkan Pajak penghasilan (PPh) atas Pengembalian Uang Muka Pembelian ke Pertamina Sebesar Rp979.680.000,00

Pembatalan pesanan masker 3M N95 mengakibatkan PT Rajawali Nusindo
harus melakukan pengembalian atas pembayaran yang telah diterima dari
PT Pertamina sebesar Rp65.312.000.000,00. Permintaan pengembalian dana
dilakukan oleh PT Pertamina melalui surat nomor 152/I00100/2020-SO tanggal
16 Mei 2020 dan telah dijawab oleh PT RN melalui surat
No. 583/S.Pmb/Nus.03.00/V/2020 yang menyebutkan bahwa pembayaran akan
dilakukan secara bertahap sampai dengan 5 Juni 2020.

PT RN telah melakukan pengembalian atas seluruh dana sebesar Rp65.312.000.000,00 dengan pembayaran terakhir tanggal 7 September 2020.

Menurut BPK, permasalahan tersebut terjadi disebabkan
a. Direktur belum optimal melakukan pengawasan dan pengendalian proses
penunjukkan vendor masker 3M N95;
b. SEVP Keuangan dan SDM belum menyusun kebijakan terkait mitigasi risiko kerugian usaha selisih kurs; dan
c. Manajer Keuangan dan Pajak kurang cermat dalam melakukan pengembalian uang muka ke PT Pertamina.

Atas permasalahan tersebut, Direktur PT RN menyatakan pada dasarnya
sependapat namun dengan penjelasan bahwa SOP pengadaan barang dagangan dalam keadaan darurat belum dapat dilakukan secara maksimal dalam kondisi global pandemic.

 

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Sumber: LHP BPK

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X