• Selasa, 24 Mei 2022

Proyek Tahun Jamak Kabupaten Ogan Ilir Sarat Dugan Korupsi, BPK Diminta Audit Investigasi

- Senin, 24 Januari 2022 | 20:57 WIB
Proyek Tahun Jamak 2007-2010 Kabupaten Ogan Ilir (Dok. Istimewa)
Proyek Tahun Jamak 2007-2010 Kabupaten Ogan Ilir (Dok. Istimewa)

KLIKANGGARAN -- Proyek tahun jamak Kabupaten Ogan Ilir (OI) (2007-2010) sarat akan dugaan korupsi setelah perkara tersebut yang ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan (Sumsel) kembali dilakukan penyelidikan setelah 10 tahun mangkrak.

Teranyar, full data telah diterima oleh bagian Kejati Sumsel berupa audit, kontrak, dokumen penganggaran, dan dokumen hak angket.

Menyikapi hal itu, Komunitas Masyarakat Anti Korupai (KMAKI) juga menyarankan agar perkara yang diselidiki oleh bagian Intel Kejati Sumsel itu juga dilakukan audit investigasi oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Baca Juga: Azam Khan Sebut 'Hanya Monyet', Warganet Marah Serukan #TangkapAzamKhan dan #WargaKalimantanBukanMonyet

"Sangat berkesan karena hampir sepuluh tahun mangkrak, dan baiknya BPK RI segera melakukan audit investigativ terkait proses pembayaran proyek yang diduga melanggar aturan seperti perkara masjid Sriwijaya," ujar Feri Kurniawan, Deputy KMAKI, Senin (24/1).

Dikatakan Feri, masyarakat berharap tiada tebang pilih dalam penangkapan perkara korupsi karena potensi kerugian negara ditafsir cukup besar.

"Dapat dinyatakan total lost untuk pembayaran tahun ke empat dengan adanya dugaan pelanggaran undang - undang senilai Rp103 miliar," imbuh Feri Kurniawan.

Baca Juga: Kisah Ririe Fairus, Mantan Istri Ayus Sabyan seperti Kisah Maia Estianty Jilid Kedua

Selain itu, kata Feri, perkara masjid Sriwijaya dianggap total lost karena salah aturan perundangan dalam penganggaran, sehingga hal serupa juga dapat diterapkan pada proyek tahun jamak Kabuoaten OI tersebut.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X