• Minggu, 29 Mei 2022

Pelaksanaan Angkutan PTDS Kontainer, Pupuk Kaltim Kehilangan Kesempatan Berhemat Rp1 Miliar

- Kamis, 11 November 2021 | 12:53 WIB
Pupuk Kalitim kehilangan kesempatan hemat Rp1 miliar dalam pelaksanaan angkutan PTDS Kontainer (Dok.pupukkaltim.com)
Pupuk Kalitim kehilangan kesempatan hemat Rp1 miliar dalam pelaksanaan angkutan PTDS Kontainer (Dok.pupukkaltim.com)

KLIKANGGARAN – Mulai tahun 2019, Pupuk Kaltim (PT Pupuk Kalimantan Timur/ PT PKT) melaksanakan pengangkutan pupuk melalui Port To Door Service (PTDS) container. Pengangkutan dilakukan langsung dari pelabuhan Bontang ke masing-masing pelabuhan tujuan.

Jenis pengangkutan PTDS kontainer langsung dari Pelabuhan Bontang ini pertama kali dilakukan oleh Pupuk Kaltim. Selama ini pengangkutan pupuk in bag maupun curah melalui angkutan laut dilakukan dengan kapal konvensional atau kapal yang tidak menggunakan kontainer.

Berdasarkan penjelasan dari GM Rendal Pupuk Kaltim dan Distribusi, pemilihan pengangkutan dengan jenis PTDS kontainer memiliki kelebihan. Antara lain biaya yang lebih menguntungkan, kegiatan bongkar di pelabuhan tujuan menjadi lebih cepat, tidak terpengaruh cuaca dan kualitas komoditi lebih terjaga.

Hasil pemeriksaan terhadap pelaksanaan surat perjanjian/kontrak Pupuk Kaltim diketahui bahwa sebagian rute pengiriman PTDS belum dilaksanakan.

Baca Juga: Dugaan Korupsi PCR, CBA: Lingkaran Luhut Ramai-Ramai Pasang Badan

Hasil konfirmasi dengan Manager Distribusi dan GM Rendal Distribusi diketahui, belum dilaksanakannya sebagian rute pengiriman PTDS dengan kontainer dikarenakan masih terdapat kendala dalam pelaksanaannya. Antara lain kesiapan gudang KIE, perbaikan sarana prasarana dalam menunjang kegiatan angkutan pupuk kontainer, dan hambatan dalam kegiatan stuffing Kontainer.

Hal tersebut berakibat PT PKT kehilangan kesempatan untuk menghemat biaya pengangkutan pupuk sebesar minimal Rp1.041.987.344,00.

Atas permasalahan tersebut, Direksi PT PKT menanggapi bahwa Program pengapalan kontainerisasi dari Bontang merupakan program baru (pertarna) di PT PKT. Sehingga pengalaman, data, atau informasi yang dimiliki untuk melakukan perencanaan dan evaluasi masih terbatas.

Baca Juga: Anggaran Kemenkominfo, Pelaksanaan Jasa Konsultansi pada Ditjen SDPPI Memboroskan Keuangan Negara

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X