• Rabu, 29 Juni 2022

Kerja Sama Penyadapan Getah Pinus PT Inhutani III Ini Bermasalah, Gimana ya, Bagi Hasilnya?

- Kamis, 28 Oktober 2021 | 13:02 WIB
Pengelolaan kerja sama penyadapan getah pinus antara PT Inhutani III dengan UD Tiga Saudara belum memadai (Dok.klikanggaran.com/BPKRI)
Pengelolaan kerja sama penyadapan getah pinus antara PT Inhutani III dengan UD Tiga Saudara belum memadai (Dok.klikanggaran.com/BPKRI)

KLIKANGGARAN – Untuk diketahui, PT Inhutani III memiliki IUPHHK-HTI di Nanga Pinoh, Kalimantan Barat. Luas konsesi pada Nanga Pinoh ini adalah seluas 119.000 ha.

Atas lahan tersebut, PT Inhutani III melakukan penanaman tanaman pinus, karet, dan akasia. Pada tahun 2013 terdapat perubahan sebagian areal konsesi dari kawasan Hutan Produksi (HP) menjadi Areal Penggunaan Lain (APL) di Provinsi Kalimantan Barat sesuai dengan SK Menteri Kehutanan Nomor 936/Menhut-II/2013.

Hal tersebut mengakibatkan luas konsesi HP di IUPHHK-HTI PT Inhutani III di Nanga Pinoh berubah menjadi 66.015 ha.

Baca Juga: Generasi Z, Mari Kita Menjunjung Tinggi Bahasa Indonesia dengan Tiga Sikap!

Berdasarkan penjelasan Kepala Divisi Operasional diketahui bahwa sekitar tahun 1997 s.d. tahun 1998 terjadi kebakaran pada lahan PT Inhutani III di Nanga Pinoh. Kebakaran ini menyisakan pohon pinus dan tersebar di beberapa lokasi.

Untuk memanfaatkan hasil hutan pohon pinus yang tersisa di areal Nanga Pinoh, PT Inhutani III kemudian melakukan kerja sama dengan UD Tiga Saudara.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap dokumen pengelolaan pendapatan bagi hasil getah pinus dan cek fisik lahan penyadapan getah pinus diketahui, terdapat pelaksanaan kerja sama usaha penyadapan getah pinus yang tidak memadai. Permasalahan ini dijelaskan sebagai berikut:

Baca Juga: KPK Hari Ini Jemput Bola, Datangi Dinas PUPR Muba, Sebanyak Delapan Pegawai Dimintai Keterangan

a. Pelaksanaan Perjanjian KSU tidak berdasarkan studi kelayakan usaha dan dokumen penawaran

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X