• Kamis, 9 Desember 2021

Program Gerbang Serasan Masih Bebankan APBD Muara Enim, Siapa Bertanggung Jawab?

- Kamis, 7 Oktober 2021 | 15:13 WIB
Gambar ilustrasi Program Gerbang Serasan (Dok.pelaku bisnis)
Gambar ilustrasi Program Gerbang Serasan (Dok.pelaku bisnis)

Palembang, Klikanggaran.com - Masih ingat program Gerbang Serasan? Program ini pernah bombing di tahun 2013. Pernah disebut-sebut sebagai salah satu program andalan Pemkab Muara Enim dalam upaya pengentasan kemiskinan.

Dalam penyaluran dana Program Gerbang Serasan, Pemkab Muara Enim berkerja sama dengan bank yang ditunjuk untuk menyalurkannya. Dalam pelaksanaan, Pemkab Muara Enim melakukan subsidi bunga atas dana yang dikucurkan.

Seperti perjanjian kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Muara Enim dengan BRI Cabang Muara Enim tentang Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Koperasi dengan memanfaatkan Kredit Umum Pedesaan Rakyat (Kupedes Rakyat) untuk mendukung program Gerbang Serasan Kabupaten Muara Enim dengan Nomor 32/VI-B/GS/2015 dan B.2733/KC-IV/ADK/12/2015.

Baca Juga: Trump Keluar, Eksekutif Moderna Masuk! Daftar 400 Orang Terkaya Versi Forbes

Hingga saat ini, atas program gerbang serasan, Pemkab Muara Enim masih mendapatkan kewajiban belanja subsidi bunga kepada peserta kredit program gerbang Serasan.

Di tahun 2020 misalnya, Pemkab menggelontorkan dana sebesar Rp3.073.440.000,00 atau 62,70% dari anggaran sebesar Rp4.901.820.000,00 untuk belanja subsidi. Belanja tersebut mengalami penurunan sebesar Rp1.369.940.000,00 dibandingkan belanja di tahun 2019 sebesar Rp4.443.380.000,00.

Hal itu merujuk pada, SP2D Nomor 0808/BTL/LS-SKPKD/BPKAD/2020 tanggal 21 Desember 2020 sebesar Rp2.952.210.000,00 untuk Pembayaran Subsidi Bunga Kredit Program Gerbang Serasan BRI Cabang Muara Enim Tahun Anggaran 2020.

Realisasi penyaluran Subsidi Bunga sebesar Rp2.952.210.000,00 untuk 960 UMKM yang menjadi nasabah pinjaman Kredit Umum Pedesaan (Kupedes) dan Kredit Umum Pedesaan Rakyat (Kupra) pada BRI Kantor Cabang Muara Enim.

Baca Juga: Inilah Jadwal Baru MRT dan Persyaratan Naik MRT. Berlaku mulai 7 Oktober

Yang menariknya, auditor negara menemukan ketidak sinkronan terkait program gerbang serasan, seperti, penyampaian laporan penyaluran subsidi oleh BRI tidak sesuai dengan perjanjian kerja sama.

Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah tidak melakukan konfirmasi kepada penerima subsidi berdasarkan perjanjian kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Muara Enim dengan BRI Cabang Muara Enim tentang Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Koperasi dengan memanfaatkan Kredit Umum Pedesaan Rakyat (Kupedes Rakyat) untuk mendukung program Gerbang Serasan.

Bank BRI berkewajiban menyampaikan Laporan Penyaluran Subsidi secara periodik
tiga bulan sekali. Sementara Bank BRI melalui surat Nomor B.708/KC-IV/MKR/04/2021 laporan disampaikan satu kali pada tanggal 12 April 2021.

Baca Juga: Lemah Mekanisme, Barang Rampasan KPK Berupa Tanah Digunakan untuk SPBU oleh Pihak Lain

Berdasarkan Keputusan Bupati Muara Enim Nomor 114/KTPS/IV/2013 tanggal 7 Januari 2013 tentang Penunjukan Forum Koordinasi dan Sekretariat Pelaksana Gerbang Serasan Tahun 2013, Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (UKM) sebagai anggota dari Forum Komunikasi Koordinasi Gerbang Serasan Kabupaten Muara Enim bertugas melakukan pemantauan, pengawasan, dan evaluasi kegiatan Gerbang Serasan.

Berdasarkan dokumen pelaksanaan pemantauan, pengawasan dan evaluasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi UKM di tahun 2020 diketahui, bahwa Dinas Koperasi UKM tidak mempunyai database terkait alamat penerima subsidi, akad perjanjian pinjaman, dan data lainnya yang diperlukan untuk melakukan konfirmasi kepada penerima subsidi.

Berdasarkan permintaan keterangan kepada Kepala Dinas Koperasi UKM selaku Wakil Koordinator Forum Koordinasi Gerbang Serasan tanggal 14 April 2021, diketahui bahwa setelah penyerahan pengelolaan program Gerbang Serasan dari Bagian Perekonomian dan SDA Setda, Dinas Koperasi UKM memang belum mempunyai database penerima Subsidi Bunga yang lengkap.

Baca Juga: Kita Membutuhkan Kata Saling

Selain itu, terdapat dana subsidi yang tidak dapat disalurkan oleh BRI Sebesar Rp49.200.000,00 yang belum disalurkan kepada 13 penerima.

Berdasarkan keterangan dari BRI, belum tersalurkannya subsidi tersebut karena beberapa permasalahan antara lain, yaitu nama ganda dan tidak terdaftar sebagai nasabah BRI pada unit yang terdaftar di Keputusan Bupati Muara Enim.

Selanjutnya, terdapat kelebihan penyaluran subsidi di tahun anggaran 2020 Sebesar Rp138.900.000,00. Berdasarkan keputusan Bupati tentang peserta program Gerbang Serasan yang disalurkan oleh Bank Pelaksana, Rekening Koran, dan BA Permintaan Pembayaran Subsidi Bunga Rekening Koran Penerima diketahui, terdapat 33 penerima subsidi yang menerima subsidi bunga lebih dari satu kali dengan jumlah kelebihan penyaluran sebesar Rp138.900.000,00.

Dari ke-33 penerima yang terdaftar dalam keputusan penerima Subsidi Bunga Program Gerbang Serasan, sebanyak 31 penerima di antaranya memiliki tanggal akad kredit yang berbeda, sedangkan dua penerima memiliki tanggal akad kredit yang sama.

Baca Juga: Novel Eka Kurniawan, Dewi Ayu Jadi Trending di Twitter Gara-Gara 'Semua Perempuan Itu Pelacur'

Penuturan AMPM BRI pada tanggal 12 April 2021, diketahui bahwa penyaluran subsidi ke rekening penerima oleh BRI didasarkan pada keputusan Bupati. Sedangkan atas 33 peserta yang menerima subsidi bunga lebih dari satu kali hanya mempunyai satu pinjaman aktif program Gerbang Serasan di BRI.

Dari penjelasan di atas, terdapat sejumlah pertanyaan dan asumsi publik, di antaranya:

1. Benarkah jika Program Gerbang Serasan yang dicetuskan pada sekitar 2013 sudah reinkarnasi menjadi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Gerbang Serasan yang baru berdiri di tahun 2016 yang lalu? Pasalnya, penyertaan modal pada Bank BPR Gerbang Serasan pertama kali dilakukan Pemkab Muara Enim pada tahun 2016 atau saat berdirinya Bank BPR.

2. Pada program gerbang Serasan terdapat sekitar 960 UMKM yang menjadi nasabah penerima kredit sejak 2013? Terhadap data para nasabah tersebut, terjadi ketidak sinkronan seperti penjelasan di atas.

Baca Juga: Meminimalisir Korupsi, KPK Usul Kenaikan Dana Parpol

Menanggapi hal di atas, Pj Sekda Muara Enim, Emran Thabrani menjelaskan, jika program gerbang serasan dan Bank Perkreditan Rakyat adalah dua hal yang berbeda.

"Program gerbang serasan itu adalah program pemberdayaan masyarakat dengan memberikan kredit usaha kepada masyarakat melalui perbankan yang ditunjuk dengan kewajiban Pemkab mensubsidi bunga bank baik bank BRI maupun Bank Sumsel," kata Emran Thabrani, dalam keterangannya diterima Klikanggaran.com, Kamis (07/10/21).

Sedangkan, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) itu didirikan sebagai bank daerah yang memberikan pelayanan kredit dan layanan keuangan lain kepada masyarakat secara umum.

"Untuk data 960 para nasabah kredit program gerbang serasan akan dilakukan pengecekan oleh Dinas Koperasi dan UKM. Untuk lebih jelasnya silahkan konfirmasi denga Dinas Koperasi dan UKM," ulasnya.

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X