• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (13/11/2017) - Film Night Bus disebut-sebut sebagai tilm terbaik 2017 di ajang Festival Film Indonesia (FFI), dan berhak menerima tropi paling bergengsi, yaitu Piala Citra Film terbaik.

Sebagian publik menilai, film Night Bus dinobatkan sebagai film terbaik itu sangat aneh, karena film ini jumlah penontonnya paling sedikit. Dan, waktu penayangannya paling singkat dibandingkan dengan film lainnya.

Dimana Film Night Bus hanya ditonton oleh 20 ribu orang, dan bertahan selama satu pekan di 105 layar bioskop besar dan mikro. Jumlah penonton ini kalah terpaut jauh dengan film Cek Toko Sebelah yang berhasil menarik 2,6 juta penonton.

Bahkan, film Pengabdi Setan yang tayang lebih dari satu bulan, bisa mencapai lebih dari 4 juta orang. Sedangkan film Kartini ditonton lebih dari 500 ribu orang, dan film Posesif yang saat ini masih tayang sudah menyentuh 200 ribu orang.

Maka ketika film Night Bus meraih piala citra, bagi publik terasa aneh dan janggal, sama dengan Pemerintah Daerah Provinsi Sumsel. Dimana pada tahun 2017 ini Dinas Perumahaan dan Kawasan Permukiman Sumsel merealisasikan proyek perbaikan lampu City Soul Eksisting dan Lampu City Soul baru sebesar Rp3.512.000.000.

Berdasarkan dokumen yang diterima Klikanggaran.com diketahui, proyek senilai Rp 3,5 miliar ini dikerjakan oleh PT. Kusuma Arta Abadi yang beralamat di Jalan Denang Lebar Daun No.039, Kota Palembang.

Tingginya penawaran harga yang disajikan oleh perusahaan pemenang lelang itu menimbulkan potensi kerugian negara sebesar Rp223.000.000.

Dengan adanya potensi kerugian negara dalam proyek perbaikan lampu City Soul Eksisting dan Lampu City Soul baru ini, diminta kepada Kejati Sumsel untuk segera melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.

Dan, publik meminta agar Kejati segera memanggil Gubernur Sumsel, Alex Noerdin, untuk diminta keterangannya atas kasus ini.

 

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...